Pedagang Resah Kala Abrasi Menyerang Pantai Cipatujah

Pedagang Resah Kala Abrasi Menyerang Pantai Cipatujah

Faizal Amiruddin - detikJabar
Jumat, 25 Nov 2022 04:30 WIB
Kondisi Pantai Cipatujah Tasikmalaya
Kondisi Pantai Cipatujah Tasikmalaya (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Pelaku usaha wisata di Pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya resah. Kawasan pantai ini dilanda abrasi.

"Sudah hampir menggerus warung, tinggal 1 meter lagi. Tembok penahan abrasinya hancur," kata Dani (40), salah seorang pedagang, belum lama ini.

Kejadian tergerusnya tembok penahan abrasi itu menurut Dani terjadi awal bulan November 2022 lalu. "Kejadian yang dekat warung itu sekitar 3 minggu lalu. Sebelumnya beberapa titik juga sudah jebol, termasuk yang dekat masjid," kata Dani.


Dia mengaku sudah melaporkan kejadian itu kepada pemerintah. Namun sejauh ini belum ada respons.

"Malah saling lempar. Kata Dinas Pariwisata kewenangan BPBD karena itu bencana alam, tapi ditanya ke BPBD juga tidak ada tanggapan," kata Dani.

Dia menambahkan jika terus dibiarkan tanpa penanganan, bisa jadi pantai Cipatujah ini akan habis tergerus. "Kalau dibiarkan ya akan terus tergerus, mungkin objek wisata ini akan hilang," kata Dani.

Dani menjelaskan pembangunan tembok penahan abrasi yang dibutuhkan atau perlu perbaikan memiliki panjang sekitar 250 meter. "Terkadang kami merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Mengapa pantai Cipatujah seperti tak diperhatikan. Bahkan tahun 2019 lalu kami memperbaiki tembok penahan abrasi dengan cara swadaya," kata Dani.

Selain itu dia juga mengeluhkan kondisi fasilitas lain yang ada di pantai Cipatujah yang sudah dalam kondisi rusak. Padahal Pantai Cipatujah dapat dikatakan ikon wisata pantai yang ada di Tasikmalaya

"Kolam renang rusak, play ground rusak, belum lampu-lampu penerangan. Prihatin, makanya kami pelaku usaha yang ada di sini hanya bisa pasrah saja. Sedih kapan bisa majunya pariwisata kita, kalau seperti ini," kata Dani.

Dia sempat senang ketika Gubernur Jawa Barat datang ke pantai Cipatujah. "Bulan lalu ada Gubernur, tapi sayang beliau tak sempat melihat kerusakan akibat abrasi ini. Kami juga tak sempat menyampaikan aspirasi. Beliau datang sambil motoran," kata Dani.

Isah (37) pedagang di pantai Cipatujah mengutarakan hal senada. Dia mengaku tak habis pikir mengapa potensi wisata di Cipatujah tidak mendapat perhatian dari pemerintah. "Sok nyeri hate (sakit hati), melihat Pangandaran atau pantai Sayang Heulang Garut yang sudah ditata. Pantai Cipatujah kapan atuh mau diberesin," kata Isah.



Simak Video "Sembilan Rumah di Lumajang Ambles Akibat Abrasi Pantai"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)