Kenaikan Harga BBM Bikin Objek Wisata Kawah Putih Bandung Sepi

Kenaikan Harga BBM Bikin Objek Wisata Kawah Putih Bandung Sepi

Yuga Hassani - detikJabar
Senin, 26 Sep 2022 14:30 WIB
Kawasan wisata Kawah Putih.
Kawasan wisata Kawah Putih. (Foto: Yuga Hassani)
Kabupaten Bandung -

Objek wisata Kawah Putih mengalami penurunan pengunjung. Hal tersebut disebabkan akibat adanya dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberlakukan pemerintah pada beberapa waktu yang lalu.

Pengelola Kawah Putih, Dudung mengatakan sektor pariwisata sangat berpengaruh dari dampak kenaikan BBM. Bahkan saat ini objek wisata kawah putih mengalami penurunan kunjungan.

"Kalau melihat tren kunjungan minggu-minggu ini ada penurunan jika dibandingkan sebelum adanya kenaikan harga BBM," ujar Dudung saat dikonfirmasi, Senin (26/9/2022).


Pihaknya tidak bisa memberikan secara detail mengenai penurunan tersebut. Namun, kata dia yang pasti adalah berkisar sekitar 20 sampai 30 persen.

"Ada penurunan sih kasarnya 20-30 persen baik weekend dan weekday. Padahal weekday biasanya 400-500 orang pengunjung, kalau weekend bisa sampai 1.200. Itu saat normal sebelum kenaikan BBM," katanya.

Dudung menjelaskan sebelumnya ekonomi sempat naik kembali usai pandemi COVID-19. Tetapi saat ini harus kembali terjadi penurunan akibat kebijakan pemerintah saat ini.

"Baru juga mau bagus keburu turun lagi. Sementara belum ada upaya untuk lebih menarik pengunjung, paling di medsos lebih ditonjolkan apa saja wahana yang ada," jelasnya.

Dia mengaku saat ini Kawah Putih telah melalukan pembenahan dari segi fasilitas. Hal tersebut dilakukan guna kembali menarik para wisatawan untuk hadir kembali.

"Sudah ada pembaharuan di Skywalk Cantigi, kita punga viewdeck nanti langsung dari ketinggian cantigi bisa melihat danau kawah secara utuh. Sekarang sudah selesai, Skywalk di bawah termasuk jembatan apung sudah diperbaiki memang titiknya digeser, lebih mendekati area pengunjung," ucapnya.

Dudung berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kembali mengenai adanya kebijakan kenaikan BBM tersebut. Apalagi hal tersebut memperberat berbagai sektor pariwisata.

"Ini berat juga, mungkin harapannya pemerintah bisa lebih bijaksana lagi ke depan. Ada penyesuasian juga kaitan dengan BBM supaya lebih diterima masyarakat, terutama pasar wisata. Sehingga tetap kunjungan wisata tak terganggu," kata Dudung.

"Sebab selain pegawai, kami juga melibatkan masyarakat, ketika memang wisatanya mati atau kunjungan menurun dampaknya bukan hanya kami sebagai pengelola wisata tapi juga masyarakat yang terlibat di sini, baik untang anting, pedagang makanan, minuman. Souvenir, ikut terdampak karena mereka usahanya dari pengunjung yang datang ke lokasi kita," pungkasnya.



Simak Video "Catat! Rekayasa Lalin Sekitar Istana Negara Jelang Aksi 2309"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)