Di Tempat Ini Bendera Merah Putih Berkibar pada 16 Agustus 1945

Irvan Maulana - detikJabar
Kamis, 18 Agu 2022 15:00 WIB
Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok.
Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. (Foto: Irvan Maulana/detikJabar)
Karawang -

Napak tilas sejarah kemerdekaan Indonesia di Karawang, tak hanya rumah singgah tempat penculikan Soekarno-Hatta di rumah singgah Djiauw Kie Siong di Karawang. Masih banyak tempat bersejarah lain yang bisa diulas.

Seperti halnya rumah singgah milik Djiauw Kie Siong yang telah termaktub dalam buku-buku sejarah, di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat juga terdapat Tugu Kebulatan Tekad.

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok dahulunya merupakan gubuk kecil milik warga yang menjadi pos Pembela Tanah Air (PETA), yang berlokasi di Dusun Bojong, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.


Pos PETA ini lah yang sekarang dibangun tugu, tempat bersejarah untuk mengenang perjuangan merebut kemerdekaan pada 1945.

Cucu pemilik gubuk yang menjadi Pos PETA, Idris mengatakan, tempat itu dibangun tugu berdasarkan perundingan pemerintah waktu itu.

"Pada waktu itu utusan perundingan Camat Rengasdengklok M. Abdulah dan Wedana Rengasdengklok Sutadiredja merasa perlu membuat Tugu Kemerdekaan Republik Indonesia di tempat ini," ujar Idris, Kamis (18/8/2022)

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok.Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Lalu, pada Juni 1950 berdirilah Panitia Tugu Rengasdengklok dengan susunan pengurusnya.

"Tugu Rengasdengklok mulai dikerjakan bulan Juli tahun 1950 dan selesai tanggal 17 Agustus 1950 sekaligus diresmikan," kata dia.

MengenI biaya pembangunan, dikatakan Idris, dana yang dikumpulkan merupakan sumbangan rakyat Kewedanaan Rengasdengklok dan pejabat Karawang.

"Saat itu biaya seluruhnya habis Rp 17.500, jumlah tersebut juga sesuai dengan tanggal dan tahun peresmian," ungkapnya.

Arti dan bentuk Tugu Rengasdengklok sendiri, belum banyak diketahui orang. Idris menuturkan, hal ini dirasa perlu diketahui, khusunya bagi generasi millenial untuk mengenang perjuangan semangat Kemerdekaan.

"Pertama, Tundagan (tangga) yang artinya perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan bertingkat-tingkat," ungkap Idris.

Lalu, badan tugu berbenthk persegi, artinya dari bertingkat-tingkat kemudian menjadi satu. Ketiga, bulatan tugu artinya, ditempat ini timbul kebulatan tekad untuk Proklamasi Negara Republik Indonesia.

Keempat, kepalan tangan kiri yang artinya, memegang teguh kemerdekaan yang telah diproklamirkan. "Terakhir, rantai dan tiang-tiang, melambangkan satu ikatan yang kokoh, kuat seluruh rakyat Republik Indonesia dengan dasar Pancasila," ujarnya.

Di tempat ini pula bendera merah putih pertama kali berkibar. Bahkan, bendera berkibar sehari sebelum Indonesia menyatakan diri merdeka.

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok.Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Foto: Irvan Maulana/detikJabar

"Memang di sini 16 Agustus bendera sudah berkibar, saksi bisunya pohon cemara itu," ungkap Idris sembari menunjuk pohon cemara di samping tugu yang sudah berusia lebih 100 tahun.

"Peresmian tugu tanda tangan pada tanggal 9 Oktober 1961 oleh ketua panitia Tugu Rengasdengklok, M. Rantam," pungkasnya.

(orb/orb)