Tugu Ikonik Pangandaran

Sosok Pembuat Tugu Ikan Marlin Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Sabtu, 13 Agu 2022 11:00 WIB
Tugu Ikan Marlin di Pangandaran.
Tugu Ikan Marlin di Pangandaran. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Tugu Ikan Marlin jadi ikon Pangandaran. Namun, tahukah detikers siapa sosok di balik pembuatan tugu ikonik ini?

Tugu Ikan Marlin pertama dibuat pada 2016 lalu saat masa jabatan pertama Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Pembuatnya adalah seniman Kokos Koswana. Pria 49 tahun itu membuat patung tersebut selama sebulan.

"Proses pembuatan ikon Marlin Pangandaran dibuat selama satu bulan pada tahun 2016. Bahannya terdiri dari material bangunan seperti besi, dicampur aduk semen-batu," kata Kokos kepada detikJabar.


Menurutnya tugu marlin tersebut tinggi 13 meter, lebar 3 meter dan pion berdiameter 5 meter. Patung ini dibuat oleh enam orang.

Selama pembuatan patung marlin, Kokos mengaku sangat terburu-buru dan kurang enjoy. Alasannya karena ia dikejar waktu.

"Sebagai jiwa seniman mengerjakan sebuah karya seni yang fantastis harus penuh dengan perasaan dan ketenangan," ungkapnya.

Kokos Koswara, pembuat Tugu Ikan Marlin Pangandaran.Kokos Koswara, pembuat Tugu Ikan Marlin Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

Namun ada ganjalan tersendiri bagi Kokos. Ia ingin membuat patung marlin berukuran besar dengan posisi terbang, tapi terganja karena pembuatan patung sudah berjalan.

"Maunya sih dulu lebih bagus patung ikon ikan marlin yang lagi terbang posisinya. Tapi sewaktu saya masuk dalam tim pembuatan ikon marlin itu udah berjalan tahap pembuatan pondasi," katanya.

Semula patung marlin terdiri dari tiga ekor marlin, tetapi Bupati Jeje tidak setuju dengan patung itu yang terbuat dari fiber. Sehingga Jeje meminta dibuatkan lagi satu ikon marlin, tapi dengan ukuran lebih besar dan bagus. Kemudian patung tiga ikan marlin dari fiber dan dipindahkan lokasinya ke bunderan Kecamatan Cijulang.

"Pembuatan patung marlin sempat dibongkar karena tidak sesuai. Namun setelah itu dibangun kembali satu ikan marlin dengan ukuran besar, dengan posisi kepala menghadap ke timur. Sehingga badan marlin terlihat jelas untuk wisatawan yang baru masuk Pangandaran," ucapnya.

Sebagai seorang seniman, Kokos merasa ada yang kurang pas di hati mengingat pembuatan tugu diburu waktu. Padahal jika diberi waktu lebih panjang, ia bisa membuat patung itu lebih cantik lagi.

"Karena sebagai muka dan beranda terdepan Pangandaran ikon marlin harus terlihat eksotis dan menawan," ucapnya.

Dia mengatakan anatomi ikon marlin pada saat ini terkesan kurang pas. Salah satunya pemilihan warna pada ikan marlin yang berwarna biru. Itu karena permintaan Bupati Jeje yang ingin ikon marlin berwarna biru sesuai warna asli ikan marlin. Padahal jika natural, patung tersebut bisa berwarna abstrak yang memiliki nilai keindahan.

(orb/orb)