Cuaca Esktrem, Nelayan Pangandaran Diimbau Tak Melaut

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 11:23 WIB
Transplantasi terumbu karang di Pangandaran
Ilustrasi Nelayan (Foto: Dok. BKSDA Pangandaran)
Pangandaran -

Curah hujan tinggi mengguyur Kabupaten Pangandaran dalam beberapa hari terakhir sejak awal Agustus 2022. Akibatnya aktivitas warga terganggu khususnya bagi para nelayan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Kustiman mengimbau para nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu saat cuaca masih ekstrem. Selain itu nelayan di Pangandaran tidak boleh melaut melalui pantai Permisan, Nusakambangan, Cilacap.

"Sudah mengimbau kepada nelayan di Pangandaran melalui surat resmi, untuk sementara tidak mencari ikan atau melintasi areal sekitar Pantai Permisan Nusakambangan karena adanya kegiatan dengan menggunakan tembakan ledakan amunisi tajam yang mengarah ke laut selatan Pantai Permisan dan terkait kondisi cuaca yang saat ini sedang ekstrem," kata Kustiman. Jumat (12/9/2022).


Hal ini juga sejalan dengan surat yang dikirimkan Pusdiklatpassus Kopassus Sekolah Komando mengirim surat kepada BPBD Pangandaran tentang rencana Penutupan Pendidikan Prajurit Komando LN 106 Tahun 2022 di Pantai Permisan Nusakambangan Cilacap dari tanggal 20-22 Agustus agar para nelayan dari Pangandaran tidak dulu melintasi kawasan pantai Permisan.

Selain itu, BPBD menginmbau warga Pangandaran yang tinggal di daerah rawan terjadi banjir, longsor dan pergeseran tanah untuk waspada. Pihaknya sudah menyebarkan surat himbauan secara formal terkait peringatan dini banjir dan pergerakan tanah longsor di daerah rawan.

"Ada 4 kecamatan yang paling rawan terjadi diantaranya Kecamatan Padaherang, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Sidamulih dan Kecamatan Langkaplancar," kata Kustiman.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran Nay mengatakan, dengan kondisi cuaca saat ini masyarakat diimbau waspada tapi tidak perlu panik berlebihan.

"Upaya mitigasi sudah kita persiapkan, edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, kesiapan personil Tagana di seluruh kecamatan siap untuk digerakan bilamana ada kondisi darurat, mereka juga turun setiap hari untuk melakukan monitoring wilayah," kata Nay saat dihubungi.

Dia mengatakan, sejauh ini kondisi di wilayah Kabupaten Pangandaran kondusif walaupun ada wilayah yang sempat tergenang banjir akibat curah hujan tinggi seperti di Cimerak tapi saat ini sudah surut.

"Wilayah yang sempat banjir juga jauh dari lokasi wisata, destinasi wisata tetap aman dikunjungi," ucapnya.



Simak Video "Ngeri! 1.000 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Portugal"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)