Kekhawatiran Ortu Usai Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang

Kekhawatiran Ortu Usai Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 12 Okt 2026 17:47 WIB
Foto kerusakan bus rombongan tim Persib U-18 usai diserang di res area Batang.
Foto kerusakan bus rombongan tim Persib U-18 usai diserang di res area Batang (Foto: Dok. Tangkapan layar).
Bandung -

Kasus penyerangan yang dialami rombongan bus Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Mereka khawatir anak-anaknya mengalami trauma imbas kejadian tersebut.

Kekhawatiran itu disampaikan orang tua kiper utama Persib U-18 Chrisna Halim, Didit Mundo. Saat kejadian, syukurnya, anaknya yang masih duduk di kelas XI SMA itu terus memberi kabar hingga membuat Didit merasa sedikit lega.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sedikit enggak percaya tadinya, kaget juga. Soalnya kan pertandingan tim si suporter itu hari Sabtu, sedangkan kejadian ini kan hari Minggu. Tapi pas dilihatin anak ngirim video, terus teman-temannya kirim video, wah ini bener juga ternyata," katanya di Pendopo Kota Bandung, Senin (12/10/2026).

Didit sempat khawatir penyerangan terjadi akibat provokasi dari rombongan anaknya. Namun, hal itu dibantah sang anak yang menerangkan bahwa kelompok tersebut menyerang terlebih dahulu tanpa alasan apa pun.

ADVERTISEMENT

Anaknya beserta para pemain Persib U-18 akhirnya bisa menyelamatkan diri dari penyerangan tersebut. Namun, barang bawaan mereka, termasuk peralatan lengkap sang anak yang menjadi kiper, hilang karena diduga dijarah kelompok itu.

"Si suporter itu udah nekat, akhirnya barang-barang yang ada di bagasi mereka jebol dan sebagian koper anak-anak hilang. Perlengkapan anak saya, karena posisinya kiper raib semua. Tapi yang saya pikirin waktu pas anak laporan ke saya dia bilang kopernya hilang, yang saya pikirin cuman satu, yang penting nyawa. Karena tidak bisa diganti kalau itu kan," ucapnya.

"Kalau barang mah mungkin kita bisa ikhtiar, orang tua yang lain juga sama ada beberapa yang hilang barangnya. Tapi kita berpikiran yang penting nyawanya lah, intinya mah nyawa," tambahnya.

Saat ini, kondisi anak Didit sudah mulai membaik. Namun, sesekali anaknya kerap melamun, seolah masih merasakan trauma akibat penyerangan tersebut.

"Karena yang saya khawatir kan itu posisinya di bus. Setelah mereka lempar-lempar, mau lari ke mana. Kalau kita keluar, kata dia, mungkin taruhannya nyawa. Kalau dia diam di situ, batu udah masuk semua. Mudah-mudahan cepet hilang traumanya secepatnya, dan kita kembali lagi ke tim. Karena kan rencananya kalau ngelihat jadwal minggu depan kita udah ada pertandingan lagi," tuturnya.

Didit berharap agar operator liga bisa menunda jadwal pertandingan Persib U-18 yang sebentar lagi bakal melakoni laga tandang. Penundaan harus dilakukan sampai kondisi dirasa lebih aman.

"Harapan saya sih seperti itu, karena kan ini bukan masalah dari mentalitas pertandingan ya. Tapi ini dari sisi psikologis itu yang dikhawatirkan. Karena ngomongin di perjalanan aja, memorinya anak yang itu mungkin pikirannya enggak tenang, pasti enggak tenang," tuturnya.

"Harapan saya jangan sampai ada yang terjadi di kemudian hari, karena efeknya akan berdampak ke sana kemari. Yang dikhawatirkan juga nantinya si EPA-nya Persija juga dia berpikiran bahwa saya pun nanti akan terancam. Makanya untuk sesegera mungkin, secepat mungkin, bisa ditangani supaya eh cepat selesai," pungkasnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Trauma Healing Polri, Siswa ST Yosefa Labuan Bajo Diajak Main Anjing K9"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads