Pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, memilih bungkam terkait pernyataan tajam Cristiano Ronaldo yang memutuskan meninggalkan pemusatan latihan pada 29 September 2026 lalu. Keputusan Ronaldo hengkang dipicu kekecewaan mendalam usai laga kontra Norwegia sehari sebelumnya.
Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo yang kini berusia 41 tahun diminta melakukan pemanasan selama 30 menit dengan janji akan diturunkan. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, sang megabintang tetap berada di bangku cadangan tanpa mendapat menit bermain.
Ketegangan ini mencuat di tengah tren positif Portugal pada UEFA Nations League 2026. Melansir detikSport, skuad asuhan Jesus berhasil menyapu bersih empat laga awal, meski statistik menunjukkan performa tim tetap solid tanpa kehadiran Ronaldo. Dari empat kemenangan tersebut, tiga di antaranya diraih saat peraih lima Ballon d'Or itu absen dari lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Ronaldo meluapkan rasa kecewa dan mengaku merasa dibohongi oleh Jesus. Meski merasa dikhianati, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan segalanya bagi Selecao das Quinas setiap kali dipercaya memperkuat negara.
Menanggapi serangan verbal tersebut, Jorge Jesus bersikap dingin. Pelatih berusia 72 tahun itu mengakui telah mengetahui isi pernyataan Ronaldo, namun menolak memberikan pembelaan atau komentar tambahan yang dapat memperkeruh suasana.
"Saya sudah membaca pernyataannya," ujar Jesus sebagaimana dilansir dari TNT Sports.
Ia menegaskan saat ini fokus utamanya hanya tertuju pada persiapan teknis tim nasional untuk laga-laga mendatang.
"Sekarang saya melakukan aktivitas seperti biasa, kembali ke markas untuk bekerja dan memikirkan tim nasional," lanjutnya.
Menutup pembicaraan dengan awak media, Jesus kembali menegaskan sikapnya untuk tidak memperpanjang polemik di ruang publik.
"Saya tidak akan berkomentar apa-apa," pungkasnya.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
