Tak Jadi Made Wirawan, PSGC Ciamis Tunjuk Eddy Harto Jadi Pelatih Kiper

Tak Jadi Made Wirawan, PSGC Ciamis Tunjuk Eddy Harto Jadi Pelatih Kiper

Dadang Hermansyah - detikJabar
Jumat, 21 Agu 2026 13:30 WIB
Pelatih Kiper PSGC Ciamis Eddy Harto di Stadion Galuh
Pelatih Kiper PSGC Ciamis Eddy Harto di Stadion Galuh (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).
Ciamis -

PSGC Ciamis membuat perubahan dalam susunan tim pelatih untuk menghadapi Liga 2 musim 2026/2027. Posisi pelatih kiper yang sebelumnya disebut akan diisi Made Wirawan kini dipercayakan kepada Eddy Harto.

Eddy Harto bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Mantan penjaga gawang tersebut pernah menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia pada era 1980-an. Kini, pengalaman panjangnya diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas para penjaga gawang Laskar Singacala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, manajemen tim satelit Persib Bandung ini menunjuk Made Wirawan sebagai pelatih kiper bersama jajaran pelatih lainnya, yakni Eka Ramdani dan Boy Jati. Namun, dalam perkembangannya, posisi tersebut kemudian diberikan kepada Eddy Harto.

Eddy langsung bergabung dalam sesi latihan penjaga gawang PSGC Ciamis, Jumat (21/8/2026). Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk bergabung dan siap menjalankan target yang diberikan manajemen.

ADVERTISEMENT

"Seperti biasa, saya rutin melatih di klub lain. Tapi yang jelas, saya berterima kasih mendapat telepon. Saya juga bersyukur dan berharap bisa memenuhi target dari manajemen," ujar Eddy.

Mengenai komposisi penjaga gawang yang saat ini dimiliki PSGC, Eddy mengaku belum bisa memberikan penilaian secara menyeluruh. Ia baru bergabung dan belum sempat berkomunikasi lebih jauh dengan manajemen terkait kebutuhan tim.

"Saya belum tahu. Saya belum komunikasi sama manajemen karena saya baru datang kemarin. Baru ini saya turun," katanya.

Meski waktu persiapan PSGC terbilang singkat dibandingkan sejumlah tim lain, Eddy memastikan dirinya siap bekerja. Ia menilai waktu yang tersedia harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

"Harus siap. Karena memang waktunya cukup singkat. Tim-tim lain juga sudah persiapan jauh-jauh hari," ucapnya.

Kendati demikian, Eddy tidak melihat kondisi tersebut sebagai persoalan besar. Ia optimistis pengalaman jajaran pelatih PSGC bisa membantu tim mengejar ketertinggalan dalam persiapan.

"Saya yakin dengan adanya pelatih-pelatih di sini yang punya pengalaman, seperti Coach Eka, Coach Boy, dan Coach Heri. Saya yakin, mudah-mudahan," tuturnya.

Untuk sementara, Eddy akan fokus memoles tiga kiper yang sudah berada dalam skuad PSGC. Namun, ia berharap manajemen masih bisa menambah satu penjaga gawang lagi untuk melengkapi komposisi.

"Yang ada kita siapkan. Saya juga berharap satu lagi ada. Mudah-mudahan manajemen setuju," kata Eddy.

Ia juga mengaku belum mengetahui secara detail status kontrak maupun proses perekrutan para kiper yang sudah ada. Namun, bagi Eddy, siapa pun yang tersedia akan menjadi tanggung jawabnya untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi.

"Saya kemari kiper sudah ada. Jadi saya juga belum tahu sudah dikontrak atau belum. Tapi apa pun itu, saya harus terima dan harus siapkan," ujarnya.

Pengalaman Eddy bersama Timnas Indonesia menjadi salah satu modal penting yang dibawanya ke Ciamis. Ia mengungkapkan, kesempatan pertamanya masuk skuad Timnas terjadi pada 1983 ketika mengikuti SEA Games di Malaysia.

"Saya pertama Timnas tahun '83, tapi masih cadangan. Itu SEA Games di Malaysia," kata Eddy.

Saat itu, Eddy menjadi salah satu pemain termuda dalam skuad. Ia berada satu generasi dengan sejumlah pemain senior seperti Junaedi Abdillah dan Dede Sulaiman, sementara posisi penjaga gawang utama ditempati Purwono.

Setelah perjalanan panjang sebagai pemain, Eddy kemudian menekuni dunia kepelatihan. Sebelum bergabung dengan PSGC, ia tercatat menangani Persis Solo selama lima tahun. Kontraknya bersama klub tersebut berakhir pada akhir Mei 2026.

Kini, ia menghadapi tantangan baru bersama PSGC. Eddy mengakui proses mencari penjaga gawang baru menjadi lebih sulit karena dirinya bergabung ketika banyak pemain sudah lebih dahulu direkrut klub lain.

"Kiper yang saya punya juga sudah diambil klub-klub. Jadi ketika saya kemari, sebenarnya saya terlambat untuk merekrut mereka. Sudah diambil klub lain," ungkapnya.

Karena itu, Eddy menyebut pekerjaannya bersama PSGC seperti memulai dari awal. Namun, ia tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan.

"Dari nol. Tapi saya yakin, sebelum ada saya di sini, mereka juga sudah berlatih dengan pelatih-pelatih lain. Tinggal nanti saya lihat apa yang masih kurang," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ditangkap! Ini Tampang 3 Pelaku Pencurian Kabel Tower di Ciamis"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads