PSGC Ciamis kembali mendatangkan pemain asing untuk menghadapi Liga 2 musim 2026/2027. Kali ini, Laskar Singacala merekrut gelandang asal Kosta Rika, Johan Josue Bonilla Calderon.
Johan Bonilla diproyeksikan menjadi salah satu pemain penting di lini tengah PSGC Ciamis. Pemain berusia 30 tahun itu disiapkan untuk mengisi peran sebagai playmaker sekaligus motor serangan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johan tiba di Ciamis pada Senin (17/8/2026) setelah menempuh perjalanan panjang dari Kosta Rika. Ia ke Ciamis menggunakan kereta api. Sehari kemudian, Selasa (18/8/2026), ia resmi menandatangani kontrak bersama manajemen PSGC Ciamis.
Pada Rabu (19/8/2026), Johan langsung mengikuti latihan bersama rekan-rekan barunya di Stadion Galuh Ciamis. Kehadirannya menjadi bagian dari persiapan PSGC menjelang bergulirnya Liga 2 2026/2027.
Johan Bonilla memiliki tinggi badan 168 sentimeter. Sebelum berkarier di Indonesia, ia tercatat pernah bermain di sejumlah klub di kawasan Amerika Tengah dan Eropa. Klub terakhir yang diperkuat Johan adalah Gzira United FC. Klub tersebut merupakan peserta kasta tertinggi Liga Malta.
Asisten Pelatih PSGC Ciamis Eka Ramdani mengatakan, Johan sudah ditunggu tim pelatih selama beberapa pekan. Kini, pemain yang baru pertama kali berkarier di Indonesia tersebut akhirnya bisa bergabung dan menjalani latihan bersama tim.
"Setelah beberapa minggu kita tunggu, akhirnya dia sudah bisa bergabung dengan tim. Kemarin dia juga menyampaikan bahwa kita harus menjadi sebuah keluarga untuk bisa bekerja sama dan mengangkat tim ini," kata Eka.
Meski sudah bergabung, Johan masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Salah satunya terkait kondisi fisik setelah menjalani perjalanan panjang dari Kosta Rika menuju Indonesia.
Eka menyebut Johan sempat mengatakan perjalanan dari Kosta Rika menuju Ciamis memakan waktu sekitar 40 jam. Karena itu, tim pelatih tidak ingin langsung memberikan beban latihan secara berlebihan kepada sang pemain.
"Dia bilang sekitar 40 jam perjalanan dari Kosta Rika ke sini. Saya pikir dia butuh adaptasi, tidak hanya dengan cuaca, tapi juga aspek fisik dan kebugarannya. Mungkin memang ada penurunan, dan itu hal yang normal serta wajar," ujar Eka.
"Di sini kami punya pelatih fisik. Nanti mungkin kami akan berdiskusi untuk bisa meningkatkan performanya," sambungnya.
Meski kondisi fisiknya masih dalam tahap adaptasi, Eka sudah melihat kualitas Johan dalam dua sesi latihan. Dari sisi teknik, pemain tersebut dinilai memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan PSGC.
"Kalau dari dua kali latihan ini kita bisa lihat kualitasnya secara teknik, kemudian visi bermainnya. Saya berharap dia bisa menjadi motor serangan buat PSGC," kata Eka.
Kehadiran Johan juga menjadi pengalaman baru bagi sang pemain. Sebab, PSGC merupakan klub pertama yang diperkuatnya dalam perjalanan karier di Indonesia.
"Betul, dia baru pertama kali. Baru pertama kali masuk ke PSGC," tutur Eka.
PSGC sendiri terus mematangkan persiapan sebelum kick-off Liga 2 2026/2027. Tim pelatih mulai memasukkan aspek taktikal dan membangun identitas permainan yang diinginkan.
Eka menyebut persiapan tim saat ini sudah berada di kisaran 60-70 persen. Dalam dua pekan terakhir, para pemain juga mulai memahami karakter permainan yang diinginkan tim pelatih.
"Persiapan tim mungkin sudah 60-70 persen. Secara taktikal juga kita sudah mulai mengenalkan bagaimana karakter tim dan identitas tim kepada para pemain," jelas Eka.
"Saya lihat dalam dua minggu ini pemain sudah mulai memahami keinginan dari pelatih," tambahnya.
(sud/sud)
