Dongeng Leicester Berakhir, Sang Juara yang Terpuruk dan Dijual

Soccer Update

Dongeng Leicester Berakhir, Sang Juara yang Terpuruk dan Dijual

Afif Farhan - detikJabar
Jumat, 14 Agu 2026 18:00 WIB
LEICESTER, ENGLAND - JANUARY 26: A mural painting of Leicester City team logo is scene inside the stadium prior to the Barclays Womens Super League match between Leicester City and Liverpool FC at The King Power Stadium on January 26, 2025 in Leicester, England.  (Photo by Jess Hornby/Getty Images)
Leicester City (Foto: Getty Images/Jess Hornby)
Jakarta -

Leicester City pernah membuat dunia sepak bola terpukau lewat kisah dongeng pada 2016. Namun, satu dekade setelah mengangkat trofi Premier League, The Foxes justru terjun bebas hingga kini berada di kasta ketiga sepak bola Inggris dan siap dijual.

Leicester mencatat sejarah pada 2016 dengan menjadi juara Liga Inggris untuk pertama kalinya. Jamie Vardy dan kawan-kawan tampil di luar dugaan dengan menumbangkan sejumlah tim raksasa hingga akhirnya mengunci gelar setelah Tottenham Hotspur bermain imbang melawan Chelsea pada tiga laga terakhir musim tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah tersebut menjadi buah manis dari investasi Vichai Srivaddhanaprabha, pengusaha asal Thailand yang membeli Leicester pada 2010. Melansir detikSport, di bawah kepemilikannya, Leicester berkembang pesat dan mampu mewujudkan sesuatu yang sebelumnya nyaris mustahil.

Namun, mempertahankan skuad juara ternyata bukan perkara mudah. Setelah mengangkat trofi Premier League, Leicester kehilangan sejumlah pemain penting.

ADVERTISEMENT

Riyad Mahrez pergi ke Manchester City, sementara N'Golo Kante bergabung dengan Chelsea. Beberapa pemain lain yang menjadi bagian penting dari skuad juara juga meninggalkan King Power Stadium.

Tragedi kemudian menghantam klub pada 2018. Vichai meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di dekat Stadion King Power.

Keluarga Srivaddhanaprabha kemudian meneruskan warisan Vichai. Leicester masih sempat meraih trofi Piala FA pada 2021, tetapi setelah itu kondisi klub kembali memburuk.

Leicester terdegradasi dari Premier League pada musim 2022/23. Mereka memang langsung kembali ke kasta teratas semusim kemudian, tetapi hanya bertahan satu musim sebelum kembali terdegradasi pada 2024/25.

Masalah Leicester kemudian semakin pelik karena kondisi keuangan klub. Saat tampil di Championship pada musim 2025/26, The Foxes terkena pengurangan poin akibat pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).

Hukuman tersebut ikut memperburuk situasi Leicester. Mereka akhirnya harus turun ke League One atau kasta ketiga untuk musim 2026/27.

Kemerosotan Leicester tidak terlepas dari persoalan finansial yang terus menumpuk. Beban gaji pemain yang tinggi, kebijakan transfer yang kurang efektif, penurunan pendapatan akibat pandemi, serta hilangnya pemasukan setelah terdegradasi dari Premier League menjadi kombinasi yang menghantam klub.

Sejak 2021, Leicester terus mencatat kerugian. Dalam empat tahun terakhir, kerugian yang dibukukan masing-masing mencapai 92,5 juta poundsterling, 89,7 juta poundsterling, 19,4 juta poundsterling, dan terbaru 71,1 juta poundsterling.

Kondisi tersebut akhirnya membuat keluarga Srivaddhanaprabha disebut mulai angkat tangan. Aiyawatt Srivaddhanaprabha yang memimpin keluarga tersebut sebelumnya menolak wacana penjualan Leicester.

Namun, kerugian yang terus berlanjut tampaknya membuat opsi menjual klub tidak lagi bisa dihindari.

Leicester kini ditawarkan kepada calon investor melalui proposal 'Project Lineup'. Harga yang dipatok mulai 222 juta poundsterling atau sekitar Rp 5,4 triliun.

Penjualan tersebut mencakup seluruh portofolio klub. Di dalamnya terdapat Stadion King Power, pusat latihan Seagrave, serta Belvoir Drive yang secara keseluruhan ditaksir bernilai 204 juta poundsterling.

Dari klub yang pernah menjadi simbol kisah dongeng sepak bola Inggris, Leicester kini menghadapi kenyataan yang jauh berbeda. Hanya dalam satu dekade, The Foxes berubah dari juara Premier League menjadi klub yang harus berjuang di kasta ketiga sekaligus mencari pemilik baru.


Artikel ini sudah tayang di detikSport, selengkapnya di sini



(aff/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads