Soccer Update

Rahasia Canggih di Balik 'Trionda', Bola Piala Dunia 2026

Fahri Zulfikar - detikJabar
Minggu, 05 Jul 2026 15:00 WIB
Bola Piala Dunia Trionda (Foto: Lee Smith/REUTERS)
Jakarta -

Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan inovasi dari sisi teknologi wasit, tetapi juga melalui bola pertandingan resminya. Bola bernama Trionda ini dibekali sensor pintar yang mampu mengirimkan data secara real-time mengenai setiap gerakan, posisi, hingga sentuhan yang terjadi selama pertandingan.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat, terutama dalam situasi krusial seperti offside, handball, hingga insiden penalti.

Melansir detikEdu yang mengutip laman resmi FIFA, di dalam bola Trionda tertanam inertial measurement unit (IMU), yakni sensor yang bekerja dengan frekuensi hingga 500 Hz. Artinya, sensor tersebut merekam data pergerakan bola sebanyak 500 kali setiap detik.

Sensor ini melacak percepatan dan pergerakan bola dalam tiga dimensi. Informasi tersebut kemudian dikirim secara langsung ke ruang operasi Video Assistant Referee (VAR) untuk dipadukan dengan data pelacakan pemain yang berasal dari kamera-kamera di stadion.

"Data ini digunakan untuk menghitung kapan terjadi sentuhan, dan informasi ini kemudian ditransmisikan secara real-time ke ruang operasi video, di mana informasi tersebut digabungkan dengan data pelacakan pemain dari kamera stadion untuk membantu asisten wasit video (VAR)," tulis FIFA.

Sensor Ringan, Dibantu 16 Kamera dan Kecerdasan Buatan

Meski dibekali teknologi canggih, sensor IMU dibuat sangat ringan sehingga tidak memengaruhi keseimbangan maupun performa bola saat digunakan. Sensor tersebut juga dapat diisi ulang secara nirkabel melalui sistem induksi.

Kecanggihan Trionda tidak hanya bergantung pada sensor di dalam bola. Sistem ini juga terhubung dengan 16 kamera pelacak khusus yang dipasang di stadion. Kamera-kamera tersebut memantau posisi bola dan seluruh pemain di lapangan, sekaligus mengumpulkan 29 titik data dari setiap pemain sebanyak 50 kali per detik.

Seluruh data kemudian diproses menggunakan kecerdasan buatan (AI). Sistem akan mengirimkan peringatan otomatis kepada tim VAR apabila terdeteksi potensi pelanggaran atau kejadian penting. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit.

Dengan dukungan teknologi tersebut, bola Trionda dapat membantu wasit dalam berbagai situasi pertandingan, antara lain:

  • Mengidentifikasi secara presisi sentuhan terakhir pada bola untuk membantu penentuan offside.
  • Menyediakan data rinci mengenai kontak dengan bola dalam analisis handball maupun insiden penalti.

FIFA menjelaskan bahwa teknologi bola terhubung ini bukanlah hal yang benar-benar baru. Sistem tersebut telah melalui berbagai uji coba sejak 2020 dan kembali disempurnakan menjelang Piala Dunia 2026 guna memastikan integrasi yang mulus dengan teknologi VAR.

Sebelum turnamen dimulai, tim inovasi FIFA juga melakukan serangkaian pengujian ketat bersama seluruh penyedia teknologi agar sistem bekerja secara optimal dan mampu mendukung pengambilan keputusan wasit secara lebih akurat.



Simak Video "Video Brasil Hajar Skotlandia 3-0, Vinicius Brace"


(faz/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork