Persib Bandung resmi membangun fondasi baru dalam sistem pembinaan pemain dengan menjadikan PSGC Ciamis sebagai tim satelit untuk mengarungi Liga Championship atau Liga 2 musim 2026/2027.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Bumi Galuh Satria, RSOP Ciamis, Rabu (1/7/2026), oleh CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya dan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan.
Melalui kerja sama ini, Persib akan membina PSGC dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola klub profesional, penyediaan pemain, penyusunan tim kepelatihan, hingga pembangunan Akademi Persib di Ciamis.
CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya menyebut kerja sama ini menjadi tonggak sejarah bagi Laskar Singacala. Menurutnya, setelah berhasil promosi ke Liga 2, PSGC membutuhkan pendampingan agar mampu dikelola secara profesional.
"Semoga Persib bisa membimbing kita, mengarahkan kita. Hari ini bagi PSGC merupakan hari bersejarah. Sebelumnya, beberapa waktu lalu kami sudah putus asa, kita dari Liga 3 promosi ke Liga 2, sementara di Liga 2 pengelolaan tim itu harus betul-betul profesional," ungkap Herdiat.
Herdiat mengakui pengelolaan klub saat ini jauh lebih kompleks dibanding satu dekade lalu ketika PSGC terakhir berlaga di Divisi Utama. Karena itu, ia merasa kehadiran Persib menjadi angin segar bagi masa depan sepak bola Ciamis.
"Persib akan membina sepak bola generasi muda melalui Elit Pro Akademi dari usia 16 sampai 20 tahun. Ini cita-cita kita sejak 20 tahun yang lalu. Kemudian home base kita akan tetap menggunakan stadion kebanggaan kita Stadion Galuh Ciamis. Lebih membahagiakan lagi tidak mengubah nama PSGC. Kami merasa tertolong dan terbantu. Ini wujud dari cita-cita kita," jelasnya.
Ia mengungkapkan kerja sama tersebut bermula ketika PSGC mencari dukungan setelah promosi ke Liga 2. Saat itu ia bertemu pemilik RSOP Ciamis, dr. Iman Solichin, yang kemudian menjadi sponsor utama sekaligus membuka jalan lahirnya kolaborasi dengan Persib.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah resmi menyepakati kerja sama PSGC Ciamis dengan Persib Bandung. Intinya bagaimana kita belajar mengelola klub secara profesional. Alhamdulillah Persib dengan manajemennya mau membimbing kita," katanya.
Sementara itu, Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan menjelaskan Persib memang telah menargetkan memiliki tim satelit pada musim ini. Setelah melalui serangkaian diskusi, PSGC dinilai menjadi mitra paling tepat.
"Kami mencari klub di Jawa Barat, road maps kami tim satelit itu harus terbangun tahun ini. Kami bertemu berdiskusi akhirnya kami sepakati," kata Adhitia.
Menurutnya, terdapat tiga fokus utama dalam kolaborasi tersebut, yakni membangun tata kelola klub profesional, menjadikan PSGC sebagai tim satelit Persib, serta menghadirkan Akademi Persib di Ciamis.
Persib akan membantu PSGC memenuhi standar profesional Liga 2, mulai dari aspek organisasi, fasilitas, hingga pengelolaan klub. "Liga 2 memiliki standar yang berbeda dengan Liga 3. Klub harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari stadion, fasilitas latihan, hingga tata kelola organisasi. Karena itu kami ingin berbagi pengalaman agar PSGC siap berkembang sebagai klub profesional," ujarnya.
Di sisi teknis, Persib akan mengirim kombinasi pemain muda potensial dan pemain senior ke PSGC. Kehadiran pemain senior diharapkan mampu membimbing talenta muda agar berkembang lebih cepat melalui menit bermain yang konsisten.
"Pemain senior juga akan kami kirim ke PSGC Ciamis. Gabungan pemain muda dan pemain senior Persib. Pembinaan usia muda, menit bermain itu penting. Pemain muda Persib potensial itu butuh menit main. Momen yang tetap itu, mungkin pemain muda potensial kami akan bermain 100 persen main di PSGC. Kami akan membangun akademi Ciamis. Kami menurunkan kurikulum akademi Persib," jelasnya.
Adhitia menambahkan, PSGC akan menjadi tempat ideal bagi pemain muda Persib sebelum mereka menembus tim utama. "Kami ingin PSGC menjadi tempat berkembangnya pemain muda Persib. Mereka akan mendapat menit bermain yang cukup, didampingi pemain senior sehingga proses pembinaannya berjalan lebih baik. Harapannya, mereka kembali memperkuat tim utama Persib," katanya.
Tak hanya itu, Persib juga akan membangun akademi di Ciamis dengan kurikulum yang sama seperti di Bandung. Kerja sama tersebut dipastikan bukan hanya berlangsung semusim. Persib dan PSGC sepakat membangun kemitraan jangka panjang yang akan dievaluasi setiap akhir musim.
"Ini bukan kerja sama untuk satu musim. Kami membangun komitmen jangka panjang yang akan dievaluasi setiap musim bersama PSGC. Perjalanan ini tentu membutuhkan proses, sehingga kami berharap seluruh masyarakat Ciamis dapat terus memberikan dukungan," jelas Adhitia.
Bisakah PSGC Promosi ke Super League?
Namun status PSGC sebagai tim satelit Persib memunculkan konsekuensi. Sebab Laskar Singacala tak bisa bermain di kasta kompetisi yang sama dengan induknya meskipun nanti promosi dari Liga 2.
Peneliti hukum olahraga Eko Noer Kristiyanto menilai secara prinsip hal itu tidak memungkinkan. Menurutnya, tim satelit dibentuk untuk mendukung pembinaan pemain, bukan menjadi lawan klub induknya di kompetisi yang sama.
"Harusnya gak bisa, kan kalau satelit itu kan bukan untuk berhadap-hadapan," kata Eko.
Ia mencontohkan sistem yang diterapkan di Eropa, seperti Real Madrid Castilla yang tidak diperbolehkan promosi ke kasta yang sama dengan Real Madrid.
"Ambil contoh di luar negeri, seperti Real Madrid punya Real Madrid B, gak bisa mereka naik gitu," ujarnya.
Menurut Eko, apabila PSGC dan Persib berada dalam satu pengelolaan perusahaan yang sama, promosi ke kasta tertinggi justru berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
"Betul. Apalagi kalau pengelolaannya masih satu PT, PT PBB. Ya gak bisa masa satu PT pegang dua klub di level yang sama," tegasnya.
(bba/iqk)