Persib Bandung memulai era baru jelang bergulirnya musim 2026/2027. Setelah memenangkan gelar tiga kali berturut-turut, skuad berjuluk Maung Bandung itu merombak susunan kepelatihan demi melanjutkan dominasi musim depan.
Kursi kepelatihan Persib kini tak lagi diemban Bojan Hodak. Pria berusia 55 tahun asal Kroasia itu bakal mengisi posisi baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor.
Sebagai gantinya, Persib menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih kepala. Igor bukan orang baru di skuad Pangeran Biru, karena merupakan asisten pelatih Bojan Hodak yang sudah paham betul bagaimana meracik komposisi tim di atas lapangan.
Di Persib, Bojan sudah mendatangkan sejarah yang mengesankan. Persib berhasil meraih juara Liga Indonesia tiga musim berturut-turut pada 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Warisan Bojan pun tak berhenti di sana. Pria asal Kroasia itu juga membangun identitas baru bagi Persib, mentalitas juara, disiplin, profesionalisme, dan kultur kompetitif yang dalam beberapa musim terakhir menjadi wajah baru Maung Bandung.
Bahkan jika menengok lagi ke belakang, Bojan Hodak pertama kali datang ke Persib dengan kondisi yang tak mengenakkan. Dia ditunjuk untuk menggantikan Luis Milla, yang saat itu memutuskan berhenti dari kursi kepelatihan karena masalah urusan keluarganya di Spanyol.
Di tangan Luis Milla, Persib saat itu finish di peringkat ketiga pada musim 2022/2023. Namun di musim selanjutnya, kekacauan pun mulai terjadi yang membuat Luis Milla harus mundur dari kursi kepelatihan.
Luis Milla tercatat hanya mendampingi Persib di tiga pertandingan pada awal musim 2023/2024. Namun dari ketiga pertandingan tersebut, Maung Bandung tak mampu bermain impressif karena semuanya berakhir dengan hasil imbang.
Di pekan keempat musim 2023/2024, Luis Milla sudah tak lagi melanjutkan tugasnya. Pada 26 Juli 2023, Persib secara resmi menunjuk Bojan Hodak sebagai pelatih kepala.
Namun, debut Bojan bersama Persib baru terwujud pada 3 Agustus 2023. Sayang, pertandingan perdananya tak berjalan mulus karena Persib ditahan imbang Dewa United 0-0 meski bermain di kandang.
Keberadaan Bojan di Persib pun sempat berada pada titik yang mengkhawatirkan. Sebab di tiga pertandingan pertamanya, Bojan belum bisa mempersembahkan poin penuh bagi Skuad Pangeran Biru.
Setelah ditahan imbang Dewa United 0-0, Persib justru menelan kekalahan saat bermain tandang melawan Persis Solo (1-2). Laga kandang melawan Barito Putera juga mengecewakan karena berakhir imbang 0-0.
Namun setelah itu, Bojan Hodak mulai menemukan sentuhan magisnya di Persib. Dia melakukan pendekatan yang berbeda dengan Luis Milla, dan menerapkan strategi strategi counter attack yang begitu berbahaya di garis pertahanan lawan.
Hasilnya, Bojan sukses membawa Persib melaju ke fase Championship Series musim 2023/2024. Bali United jadi lawan yang mereka tumbangkan di babak semifinal dengan agregat 4-1.
Di final, Bojan Hodak berhasil menyulap skuad Persib jadi tim yang mengerikan. Madura United pun dibantai dengan agregat 6-1, sekaligus mempersembahkan gelar bagi Maung Bandung yang tertahan 10 tahun lamanya.
Setelah mempersembahkan gelar pertama, laju Bojan Hodak di Persib pun sisanya menjadi sejarah yang membanggakan. Di musim 2024/2025 tanpa Championship Series, Persib kokoh di puncak klasemen dengan 69 poin, sekaligus mengamankan gelar back to back juara.
Musim 2025/2026, Bojan Hodak kembali mengulang kejeniusannya. Meski ditinggalkan banyak pemain andalan, sistem permaiannya sama sekali tak berubah untuk mengamankan gelar ketiga kali secara beruntun.
Di awal musim, Persib memang sempat diragukan karena masih mencari pola permainan di atas lapangan. Namun proses adaptasi itu tak berlangsung lama, dan sisanya merupakan sejarah membanggakan bagi Persib maupun suporter setianya, bobotoh.
(ral/yum)