Hatur Nuhun Bojan Hodak, Arsitek Three-Peat Persib Bandung

Hatur Nuhun Bojan Hodak, Arsitek Three-Peat Persib Bandung

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 06:39 WIB
Pelatih Persib Bojan Hodak usail laga menghadapi Persebaya di Stadion GBT Surabaya
Pelatih Persib Bojan Hodak (Foto: Rossa Izza Amalia/detikJatim)
Bandung -

Bandung tidak selalu ramah pada pelatih. Kota ini mencintai sepak bola terlalu dalam untuk memberi toleransi pada kegagalan. Di Persib Bandung, satu hasil buruk bisa terasa seperti bencana. Satu musim tanpa trofi bisa berubah jadi pertanyaan, siapa yang salah?

Di tengah kultur itu, pada pertengahan 2023, Persib mendatangkan seorang pelatih asal Kroasia, namanya Bojan Hodak. Tidak banyak yang menduga itu akan menjadi awal dari era paling bersejarah dalam sepak bola Persib.

Tiga musim kemudian, Bojan berdiri di tempat yang tak pernah dicapai pelatih lain, mempersembahkan tiga gelar liga beruntun, three-peat! Sebuah pencapaian yang mungkin terlalu jauh untuk dibayangkan Bobotoh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari itu, Bojan juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik kompetisi selama tiga musim beruntun, sebuah pengakuan bahwa keberhasilannya bukan sekadar hasil akhir, tetapi juga konsistensi dalam membangun tim.

Namun itu tidak menceritakan semuanya. Karena warisan terbesar Bojan bukan hanya trofi. Ia mengubah cara Persib menang.

ADVERTISEMENT

Ketika pertama datang menggantikan pelatih sebelumnya pada awal musim 2023/2024, Persib bukan tim yang sedang baik-baik saja. Permainan tidak stabil. Hasil naik turun. Suporter mulai kehilangan kesabaran.

Bojan masuk tanpa banyak janji. Yang dia lakukan sederhana, menata ulang ruang ganti, menyederhanakan permainan, lalu membangun identitas. Persib di era Bojan bukan tim paling indah. Tapi mereka menjadi tim yang sulit dikalahkan.

Disiplin bertahan, efisien menyerang, dan punya mental yang tangguh di momen-momen paling menegangkan. Itulah sedikit gambaran Persib Bandung sejak ditangani Bojan Hodak.

Musim pertama berakhir manis, Persib keluar sebagai juara Liga 1 2023/2024. Bojan mencatatkan sejarah sebagai pelatih asing pertama yang membawa Maung Bandung meraih juara liga.

Musim berikutnya, ketika ekspektasi naik, Persib kembali juara Liga 1 2024/2025, meski di kompetisi Asia saat itu, Bojan gagal total.

Dan musim 2025/2026 menjadi ujian paling berat. Skuad berubah besar, seluruh pemain asing diganti. Bojan sendiri mengakui, musim ini jauh lebih sulit dibanding sebelumnya karena begitu banyak wajah baru masuk ke tim.

Namun perlahan tapi pasti, Persib menunjukkan identitasnya. Di level domestik, Persib bersaing ketat dengan Borneo FC Samarinda, bahkan hingga pekan terakhir, dan kembali mengangkat trofi untuk ketiga kalinya.

Di level Asia, Bojan memperbaiki prestasi. Persib lolos dari fase grup sebagai pemuncak klasemen AFC Champions League Two, meski terhenti di babak 16 besar. Tapi itu sudah cukup membuktikan keahlian Bojan dalam meracik tim.

Bojan juga menjadi pelatih Persib dengan koleksi poin terbanyak sepanjang sejarah yakni 214 poin, melewati rekor pelatih legendaris Indra Thohir.

Kini musim sudah selesai. Trofi sudah diangkat, pawai juara sudah lewat dan perpisahan itu tiba. Bojan dipastikan tidak lagi menjadi sosok paling sibuk di pinggir lapangan saat Persib bertanding nanti.

Persib telah mengumumkan perpisahan dengan Bojan Hodak. Ia resmi meninggalkan kursi pelatih kepala dengan segudang prestasi, kebanggaan dan kenangan indah untuk seluruh Bobotoh.

Tapi, Bojan tidak benar-benar pergi dari klub. Persib memberi tugas baru bagi Bojan sebagai Technical Advisor di Shareholders Group atau bisa dikatakan sebagai penasehat ahli klub.

Hatur Nuhun, Bojan Hodak!

(bba/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads