Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Perayaan yang jatuh setiap tanggal 10 Zulhijjah ini identik dengan ibadah kurban, pelaksanaan haji di Tanah Suci, hingga tradisi berkumpul bersama keluarga dan masyarakat.
Selain menjadi hari besar umat Islam, Idul Adha juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah dan menjalankan amalan-amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah saw. Berikut sejumlah amalan sunnah yang bisa diamalkan di hari Idul Adha, sebagaimana disarikan dari NU Online dan Al Bahjah.
1. Mengumandangkan Takbir Sejak Malam Idul Adha
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan saat Idul Adha adalah memperbanyak takbir sejak malam hari raya. Takbir dapat dikumandangkan di masjid, mushala, rumah, maupun tempat-tempat lain hingga akhir hari tasyrik pada 13 Zulhijjah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tradisi menghidupkan malam Idul Adha dengan takbir menjadi bentuk syiar dan pengagungan kepada Allah SWT. Selain itu, malam hari raya juga dianjurkan diisi dengan ibadah dan dzikir.
Dalam kitab Raudlatut Thalibin disebutkan:
فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ
Artinya: "Disunnahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah."
2. Mandi Sebelum Shalat Idul Adha
Amalan sunnah berikutnya adalah mandi sebelum berangkat melaksanakan shalat Idul Adha. Mandi sunnah ini bertujuan membersihkan tubuh serta menyegarkan badan sebelum berkumpul bersama kaum muslimin lainnya.
Waktu mandi sunnah Idul Adha dapat dilakukan sejak pertengahan malam hingga setelah waktu subuh. Namun, waktu yang paling utama adalah menjelang berangkat menuju tempat shalat Id.
Dalil mengenai anjuran mandi sebelum shalat Id tertuang dalam kitab fiqih:
يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، ويختص بالنصف الثاني من الليل
Artinya: "Disunnahkan mandi untuk shalat Id, untuk waktunya boleh setelah masuk waktu subuh atau sebelum subuh, atau pertengahan malam."
3. Memakai Pakaian Bersih dan Terbaik
Saat Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan memakai pakaian yang bersih, rapi, dan terbaik yang dimiliki. Jika memiliki pakaian baru maka diperbolehkan mengenakannya, namun jika tidak ada, cukup menggunakan pakaian bersih dan suci.
Sebagian ulama juga menyebut pakaian putih sebagai pakaian yang utama untuk dikenakan kaum laki-laki pada hari raya. Sementara bagi perempuan, dianjurkan berpakaian sederhana dan tidak berlebihan.
Rasulullah saw pun dicatat mengenakan pakaian terbaik saat hari raya. Selain berpakaian rapi, umat Islam juga dianjurkan membersihkan diri dengan memotong kuku dan rambut.
Dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhaddzab dijelaskan:
والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب
Artinya: "Disunnahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengn memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jumat, dan disunnahkan juga memakai wangi-wangian."
4. Memakai Wewangian bagi Kaum Pria
Memakai parfum atau wewangian juga menjadi sunnah saat Hari Raya Idul Adha, khususnya bagi kaum pria. Tujuannya agar tubuh lebih segar dan tidak mengganggu jamaah lain saat berkumpul untuk shalat Id.
Anjuran ini juga termasuk bagian dari menjaga kebersihan dan penampilan ketika merayakan hari besar umat Islam. Meski demikian, penggunaan wewangian tidak dianjurkan secara berlebihan, terutama bagi perempuan ketika keluar rumah.
5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Shalat Id
Dilansir dari NU Online, berjalan kaki menuju masjid atau tempat pelaksanaan shalat Id termasuk sunnah yang dianjurkan Rasulullah saw. Selain lebih sederhana, berjalan kaki juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dan saling menyapa sesama muslim. Sementar itum bagi lansia atau orang yang memiliki keterbatasan fisik, diperbolehkan menggunakan kendaraan.
Rasulullah saw bersabda:
كَانَ يَخْرُجُ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا
Artinya: "Rasulullah saw berangkat untuk melaksanakan shalat Id dengan berjalan kaki, begitupun ketika pulang tempat shalat Id."
6. Mengambil Jalan yang Berbeda Saat Berangkat dan Pulang
Selain berjalan kaki, sunnah lain yang dianjurkan adalah mengambil jalan berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat shalat Idul Adha.
Hikmah dari amalan ini antara lain memperluas silaturahmi, memperbanyak syiar Islam, serta mempertemukan lebih banyak kaum muslimin di perjalanan.
7. Menahan Diri untuk Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan sebelum shalat Id, pada Hari Raya Idul Adha umat Islam justru disunnahkan menunda makan hingga selesai melaksanakan shalat Id.
Pada masa Rasulullah saw, makanan yang dikonsumsi biasanya berupa kurma dalam jumlah ganjil. Namun, bagi masyarakat Indonesia dapat disesuaikan dengan makanan pokok yang tersedia.
Dalil mengenai sunnah ini diriwayatkan dari Sahabat Buraidah ra:
عن بريدة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ويوم النحر لا يأكل حتي يرجع
Artinya: "Diriwayatkan dari Sahabat Buraidah ra, bahwa Nabi saw tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan, dan pada hari raya Idul Adha sehingga beliau kembali ke rumah."
8. Shalat Tahiyatul Masjid bagi Makmum
Menurut penjelasan Buya Yahya melalui media sosial Al Bahjah, jika pelaksanaan shalat Idul Adha dilakukan di masjid, maka makmum disunnahkan melaksanakan shalat tahiyatul masjid sebelum duduk menunggu shalat Id dimulai. Sementara bagi imam, dianjurkan langsung memimpin shalat Id tanpa melakukan shalat tahiyatul masjid terlebih dahulu.
9. Mendengarkan Khutbah Idul Adha
Setelah shalat Id selesai dilaksanakan, umat Islam juga dianjurkan untuk tetap berada di tempat dan mendengarkan khutbah Idul Adha hingga selesai. Khutbah Idul Adha biasanya berisi nasihat, makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS, pentingnya ketakwaan, hingga hikmah berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban. Mendengarkan khutbah dengan khusyuk menjadi bagian dari adab dalam merayakan hari raya umat Islam.
Demikian ulasan mengenai sejumlah amalan sunnah yang bisa dilakukan di Hari Raya Idul Adha, lengkap beserta penjelasan dan dalilnya. Semoga bermanfat!
