Panasnya duel klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta rupanya belum sepenuhnya reda. Setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah pemain Persija sesaat usai laga di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026), skuad 'Maung Bandung' kembali mengalami gesekan.
Kali ini, insiden terjadi di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan saat rombongan Persib hendak terbang pulang ke Bandung, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Sisi Gelap Euforia Kemenangan Persib |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keributan itu terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah pemain Persib terlihat terlibat adu mulut dengan sekelompok oknum suporter di area bandara.
Situasi sempat memanas hingga beberapa pemain, termasuk Beckham Putra dan Kakang Rudianto, terlihat tersulut emosi akibat provokasi yang diterima.
Beruntung, ketegangan tak sampai berkembang menjadi bentrokan fisik setelah petugas keamanan bandara bergerak cepat melerai. Skuad Persib akhirnya bisa melanjutkan perjalanan pulang dan telah tiba dengan selamat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, rombongan Persib mendapat provokasi dari kelompok suporter yang datang dari area gate berbeda.
"Di bandara kita diserang sama The Jakmania yang mau naik pesawat ke Jakarta juga, tapi mereka tidak satu pesawat. Jadi dia langsung dari gate 10, nyerang ke gate 1 gitu kan, rame-rame. Tapi persiapan di sana sudah sangat siap," kata Umuh.
Provokasi disebut sudah terjadi bahkan sebelum para pemain masuk ke ruang keberangkatan. Saat itu, Beckham dan Kakang tengah berada di area makan bandara dan mulai diprovokasi.
"Terus waktu masih di ruang makan di luar gitu kan, sebelum masuk ini, Beckham, Kakang juga diprovokasi. Akhirnya nggak tahan Beckham sama Kakang dilawan gitu. Tapi dia juga pada pergi karena Beckham juga banyak yang mendukung, karena banyak bobotoh kita juga di Balikpapan gitu," ujarnya.
Umuh mengapresiasi kesigapan aparat keamanan yang dinilainya cepat mengendalikan situasi. Ia juga menyebut pengamanan ketat telah diberikan sejak di Balikpapan hingga saat tim tiba di Jakarta.
"Tapi Alhamdulillah ini dari pengamanan sangat sigap di kepolisian Bandara. Dan kita pun juga dijemput di sini Kapolres-nya juga pada hadir di Bandara Soekarno-Hatta dari kepolisian pun juga sangat siap dan kita didukung sekali lah," katanya.
Umuh menduga, aksi tersebut dipicu kekecewaan oknum suporter atas kekalahan Persija sehari sebelumnya. Ia menyayangkan masih adanya suporter yang tidak dewasa dan berbuat hal negatif saat tim kesayangan mengalami kekalahan.
Ia menegaskan, suporter seharusnya bisa menerima hasil pertandingan dengan dewasa. Bahkan Umuh membandingkan dengan sikap bobotoh yang menurutnya sudah jauh lebih dewasa saat ini.
"Kalau di Bandung, bobotoh di kita tuh sekarang sangat-sangat dewasa dan mereka mengerti ya. Kalau kalah ya sudah aja kalah, ngapain harus menyerang pemain di luar," jelasnya.
Umuh bahkan mengungkapkan tekanan terhadap tim sudah dimulai sejak malam sebelum pertandingan. Ia menyebut skuad Persib sempat mendapat teror petasan yang diduga untuk mengganggu istirahat pemain.
"Tengah malam Persib diteror dengan petasan segala macam ya supaya pada tidak tidur. Banyak yang kurang tidur, tapi mereka karena siap gitu ya mentalnya udah kayak siap, ya tidak dipermasalahkan biarin aja katanya," bebernya.
Alih-alih membuat mental pemain ciut, Umuh menyebut tekanan itu justru membakar semangat para pemain hingga akhirnya mampu memenangkan pertandingan klasik kontra Persija Jakarta.
"Jadi sekarang malah pemain lebih semangat. Dia memberikan semangat kepada Persib sebenarnya gitu kan. Terima kasih juga ya, kalau nggak gitu juga tidak semangat pemain," kata Umuh.
