Persib Bandung berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1. Laga penuh gengsi yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda ini menyuguhkan drama luar biasa.
Euforia kemenangan tidak hanya dihiasi kembang api, tetapi juga diwarnai insiden kericuhan yang mencoreng jalannya pertandingan.
Dari informasi yang dihimpun detikJabar, kejadian bentrokan ini terjadi di wilayah Bogor, Karawang, hingga Kuningan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bogor
Seperti di Bogor, dua kelompok suporter klub sepak bola terlibat bentrok di Jalan Raya Sholeh Iskandar (Sholis), Tanah Sareal, Kota Bogor. Dua orang yang terluka dibawa ke rumah sakit.
"Telah terjadi keributan antara suporter Persija dan suporter Persib, korban arah pulang dari arah Warung Jambu menuju Parung," kata Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy Rosjadi, Minggu (10/5) malam.
"Adapun korban saat ini ada di RS Islam Budi Agung atas nama DS dari kelompok Viking serta atasnama LND dari kelompok Jekmania. Untuk luka-luka yaitu di bagian tangan kanan dan pelipis kanan," tambahnya.
Doddy menyebutkan, bentrok terjadi ketika kedua kelompok suporter menggelar konvoi usai mengikuti nonton bareng (nobar). Saat bersamaan, kelompok korban melintas dan berpapasan dengan kelompok lain hingga terjadi pemukulan.
"Saat korban melintas di kolong underpas Jalan Sholeh Iskandar berpapasan dengan suporter Persib dan kemudian diserang, sehubungan korban menggunakan baju kaos Persija," kata Doddy.
Iring-iringan konvoi membuat arus lalu lintas di belakangnya mengalami kemacetan. Dalam video lainnya, tampak peserta konvoi turun dari motor dan berlarian.
Mereka kemudian melempari kelompok lain menggunakan batu. "(Penyebab macet) Tadi pasca nobar Persib vs Persija saja tadi itu. Jadi viking, bobotoh itu cuma melintas saja. Mereka arah ke Cilebut. Tadi anggota juga ke lokasi, tim patroli gabungan sama QR Polresta, sama polsek untuk urai kemacetan," kata KBO Satlantas Polresta Bogor Kota Iptu Lukito dihubungi terpisah.
Karawang
Kejadian serupa juga terjadi di Karawang, di mana bentrokan pecah di beberapa titik. Bahkan, viral video seorang pria terkapar di Kawasan Galuh Mas, Karawang. Polisi tidak membantah adanya pria yang terkapar, diduga akibat bentrokan tersebut.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, memastikan bahwa pria dalam video tersebut diketahui bernama Indra Lesmana. Selain itu, penanggung jawab kegiatan, Candra Wahyu Alim, saat ini juga dalam kondisi aman.
"Dalam video sempat terjadi gesekan, dan korban terlihat lemas di lokasi kejadian, korban langsung diamankan dan mendapat pertolongan dari personel kepolisian yang berjaga," kata Wildan.
Menurut Wildan, Indra telah dibawa oleh pihak keluarga dan rekan-rekannya. Polisi memastikan kondisinya dalam keadaan baik dan sadar.
"Secara umum situasi wilayah Kabupaten Karawang pasca pertandingan Persib vs Persija berlangsung aman dan kondusif. Ada sempat terjadi sedikit gesekan yang melibatkan oknum suporter Persib dan Persija di beberapa titik, namun seluruhnya dapat segera dikendalikan oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI," katanya.
Kuningan
Berbeda dengan di Bogor dan Karawang, di Kuningan seorang pelajar berinisial FN (15), warga Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, diduga menjadi korban pengeroyokan pada Minggu (10/5) malam. Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Adik ipar korban, Arian, memaparkan bahwa peristiwa tersebut bermula saat FN diminta oleh mertuanya untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dan sayuran dengan mengenakan baju Persib. Namun, usai membeli bensin, FN tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian berwarna hitam.
"Pulang ngaji habis magrib disuruh isi bensin sama mertua saya untuk bensin motor. Dan setelah isi bensin, diminta tolong untuk membeli sayur-sayuran di Caracas juga, sama, tidak jauh dari pom bensin tersebut. Kebetulan adik saya menggunakan pakaian Persib. Kebetulan dari arah timur ke arah barat itu ada rombongan yang menggunakan pakaian hitam-hitam, tidak menggunakan atribut baik itu Persija maupun apa, tidak ada. Tapi yang jelas adik saya langsung dipepet, ditendang, dipukuli, diseret, dibawa ruko. Dipukuli di situ," kata Arian.
Arian menjelaskan, warga sekitar yang mengetahui adanya keributan tersebut langsung berusaha membubarkan kerumunan massa. Meski berhasil diselamatkan, korban menderita luka-luka di beberapa bagian tubuhnya hingga harus dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Linggarjati. Selain itu, sepeda motor milik korban juga dilaporkan mengalami kerusakan.
"Adik saya pun tidak luput dipukul juga menggunakan alat-alat benda tumpul dan juga tangan kosong. Lukanya kaki kanan lebam dan juga bengkak, sikut sebelah kiri, lalu punggung. Di punggung itu lumayan agak parah karena kan dia posisinya tengkurap melindungi kepala dan jongkok gitu. Lalu motor dirusak pakai benda-benda berat, batu, besi, dan lain-lain," tutur Arian.
Dia menegaskan bahwa saat kejadian, adiknya sedang sendirian dan tidak melakukan tindakan provokasi apa pun. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sekelompok orang berpakaian hitam berkerumun dan menyerang seseorang sebelum akhirnya dilerai oleh pihak kepolisian dan warga sekitar.
"Adik saya pulang sendirian. Saksi juga banyak, CCTV juga silahkan dilihat. Adik saya sudah tanya sebelum saya menyalahkan orang lain, saya tanya dulu adik saya: 'Kamu melakukan tindakan provokasi atau memancing-mancing atau tidak?'. Saya tanya seperti itu dengan nada tajam. Dia jawab dengan nada polosnya: 'Aa, saya juga nggak tahu dipukuli karena apa'. Dia dengan polosnya menjawab seperti itu," tutur Arian.
Arian menyatakan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Ia berharap agar kasus ini dapat segera diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
"Sudah. Tadi malam bapak mertua saya langsung ke Polsek Cilimus melakukan laporan, lalu diakomodir oleh Polsek Cilimus ke Polres Kabupaten Kuningan untuk ditindaklanjuti oleh Reskrim, " tutur Arian.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan Persib sudah menang, ia ingin pendukung Persib tetap menjaga kondusivitas.
"Tidak boleh euforia terhadap kemenangan, harus memperhatikan langkah ke depan, perlihatkan kita adalah bangsa kesatria," kata Dedi di Kantor BI Jabar.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan memastikan situasi keamanan tetap terkendali meski sempat terjadi gesekan antarsuporter di sejumlah wilayah.
Di tempat yang sama, Rudi mengakui adanya perselisihan kecil antara pendukung Persib dan Persija, terutama di kawasan Bogor. Namun ia menegaskan kondisi kini sudah kembali aman dan terkendali.
"Saya rasa tidak ada ya, meskipun kalau hanya perselisihan antara supporter di Bogor dan lain-lain, ya itu mungkin sudah terjadi," kata Rudi kepada wartawan di Kantor BI Jabar, Senin (11/5/2026).
"Sudah kondusif," tambahnya.
Simak Video "Video Persija Vs Persib: Adam Alis Pahlawan Kemenangan Maung Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
