Pakai Jersey Persib, Pelajar di Kuningan Dikeroyok Massa 'Baju Hitam'

Pakai Jersey Persib, Pelajar di Kuningan Dikeroyok Massa 'Baju Hitam'

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Senin, 11 Mei 2026 14:11 WIB
Tangkapan layar pengeroyokan pelajar di Kuningan
Tangkapan layar pengeroyokan pelajar di Kuningan (Foto: Istimewa)
Kuningan -

Seorang pelajar berinisial FN (15), warga Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, diduga menjadi korban pengeroyokan pada Minggu (10/5) malam. Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Adik ipar korban, Arian, memaparkan bahwa peristiwa tersebut bermula saat FN diminta oleh mertuanya untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dan sayuran dengan mengenakan baju Persib. Namun, usai membeli bensin, FN tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian berwarna hitam.

"Pulang ngaji habis magrib disuruh isi bensin sama mertua saya untuk bensin motor. Dan setelah isi bensin, diminta tolong untuk membeli sayur-sayuran di Caracas juga, sama, tidak jauh dari pom bensin tersebut. Kebetulan adik saya menggunakan pakaian Persib. Kebetulan dari arah timur ke arah barat itu ada rombongan yang menggunakan pakaian hitam-hitam, tidak menggunakan atribut baik itu Persija maupun apa, tidak ada. Tapi yang jelas adik saya langsung dipepet, ditendang, dipukuli, diseret, dibawa ruko. Dipukuli di situ," tutur Arian, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arian menjelaskan, warga sekitar yang mengetahui adanya keributan tersebut langsung berusaha membubarkan kerumunan massa. Meski berhasil diselamatkan, korban menderita luka-luka di beberapa bagian tubuhnya hingga harus dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Linggarjati. Selain itu, sepeda motor milik korban juga dilaporkan mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

"Adik saya pun tidak luput dipukul juga menggunakan alat-alat benda tumpul dan juga tangan kosong. Lukanya kaki kanan lebam dan juga bengkak, sikut sebelah kiri, lalu punggung. Di punggung itu lumayan agak parah karena kan dia posisinya tengkurap melindungi kepala dan jongkok gitu. Lalu motor dirusak pakai benda-benda berat, batu, besi, dan lain-lain," tutur Arian.

Ia menegaskan bahwa saat kejadian, adiknya sedang sendirian dan tidak melakukan tindakan provokasi apa pun. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sekelompok orang berpakaian hitam berkerumun dan menyerang seseorang sebelum akhirnya dilerai oleh pihak kepolisian dan warga sekitar.

"Adik saya pulang sendirian. Saksi juga banyak, CCTV juga silahkan dilihat. Adik saya sudah tanya sebelum saya menyalahkan orang lain, saya tanya dulu adik saya: 'Kamu melakukan tindakan provokasi atau memancing-mancing atau tidak?'. Saya tanya seperti itu dengan nada tajam. Dia jawab dengan nada polosnya: 'Aa, saya juga nggak tahu dipukuli karena apa'. Dia dengan polosnya menjawab seperti itu," tutur Arian.

Arian menyatakan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Ia berharap agar kasus ini dapat segera diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.

"Sudah. Tadi malam bapak mertua saya langsung ke Polsek Cilimus melakukan laporan, lalu diakomodir oleh Polsek Cilimus ke Polres Kabupaten Kuningan untuk ditindaklanjuti oleh Reskrim, " tutur Arian.

Sementara itu, Kapolsek Cilimus, Kasat Reskrim, hingga Humas Polres Kuningan belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi sejak Senin pagi terkait dengan insiden pengeroyokan tersebut.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads