Gol itu lahir tepat saat napas para pendukung mulai memburu di ujung laga. Ia bukan gol yang memastikan trofi juara, namun bagi bobotoh, gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), tak ubahnya sebuah kemenangan besar di tengah kepungan rasa waswas.
Rabu (10/7/2019) sore, laga klasik yang mempertemukan Persija Jakarta dan Persib Bandung mencapai titik didihnya. Atmosfer Jakarta nyaris sempurna bagi tuan rumah. Puluhan ribu pasang mata pendukung Persija sudah bersiap menyulut pesta setelah sundulan tajam Marko Simic pada menit 75 merobek jala 'Maung Bandung'. Macan Kemayoran memimpin 1-0.
Drama sempat memercik di atas rumput hijau. Bola tandukan Simic yang membentur mistar sebelum memantul ke bawah memicu protes keras dari para penggawa Persib. Namun, wasit Fariq Hitaba tetap bergeming dan menunjuk titik putih tengah lapangan. Gol dinyatakan sah, dan GBK pun bergemuruh hebat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sepak bola selalu menyimpan rahasia di menit-menit akhir. Drama belum usai. Alih-alih mengunci poin penuh, Persija justru goyah setelah Novri Setiawan diusir keluar lapangan akibat kartu merah.
Persib yang saat itu berada di bawah komando Robert Alberts, melihat celah. Mereka terus menggempur, mengirimkan gelombang serangan ke jantung pertahanan Persija yang mulai kehilangan konsentrasi.
Lalu, tibalah momen yang hingga detik ini masih terpatri kuat dalam ingatan kolektif Bobotoh. Saat injury time, tepatnya menit 90+2', sebuah bola kiriman Ezechiel N'Douassel memicu kemelut hebat di depan gawang Shahar Ginanjar.
Di tengah kepanikan barisan pertahanan lawan, seorang pria berbaju biru berdiri di posisi yang tepat. Pemain asal Turkmenistan, Artur Gevorkyan, menyambar bola liar itu tanpa ampun.
Gol! Papan skor berubah menjadi 1-1 pada menit . SUGBK yang beberapa jenak sebelumnya meledak oleh sorak-sorai, mendadak senyap. Di sudut lain, para pemain Persib merayakan gol itu dengan emosi yang meluap, seolah baru saja menaklukkan benteng rival abadi mereka.
Tak ada yang menyangka gol Artur malam itu akan menjadi sebuah penanda sejarah yang panjang. Sebab, sejak peluit panjang laga tersebut ditiup, duel Persija kontra Persib tak pernah lagi menyentuh rumput Jakarta.
Artur Gevorkyan. (Foto: persib.co.id) |
Berbagai faktor memaksa laga klasik ini berpindah-pindah venue, mulai dari stadion netral hingga laga di luar Ibu Kota. Persib pun lebih sering bertamu ke Persija di tanah perantauan.
Kini, menatap pertemuan terbaru pada Minggu, 10 Mei 2026, takdir kembali membawa rivalitas ini jauh dari rumah asalnya. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, jauh dari hiruk-pikuk atmosfer Jakarta yang selama puluhan tahun menjadi bumbu utama perseteruan ini.
Artinya, hingga hari ini, nama Artur Gevorkyan masih kokoh tercatat sebagai pemain Persib terakhir yang mampu mencetak gol ke gawang Persija di tanah Jakarta. Sebuah status yang mungkin tak pernah terlintas sedikit pun di benak Artur sendiri.
Pemain asal Turkmenistan ini sejatinya bukan sosok dengan masa bakti yang lama di Bandung. Ia mendarat pada awal musim 2019. Debutnya sempat menjanjikan dengan torehan dua gol ke gawang Persipura Jayapura di Stadion Si Jalak Harupat.
Namun, grafik performanya perlahan meredup. Artur lebih akrab dengan bangku cadangan hingga akhirnya Persib memutuskan untuk melepas pemain bernomor punggung 71 itu pada pertengahan musim. Ia dianggap belum mampu memenuhi ekspektasi besar publik Bandung.
Statistiknya memang tidak mentereng, hanya sembilan penampilan dengan koleksi tiga gol. Namun, satu golnya di Jakarta telah mengunci satu tempat abadi bagi namanya di memori para pendukung.
Sebab dalam rivalitas sedalam Persija dan Persib, terkadang satu momen krusial sudah lebih dari cukup untuk membuat seorang pemain dikenang selamanya.

