Pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan Super League yang semula dijadwalkan berlangsung di Jakarta dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026) pukul 15.00 WIB.
Pemindahan venue pertandingan tersebut disayangkan legenda Persib Bandung, Yudi Guntara. Meski begitu, Yudi menilai semua pihak tetap harus menghormati keputusan panitia pelaksana.
"Tanggapan saya, pertandingan Persija vs Persib di Samarinda tentu menjadi perhatian besar. Rivalitas kedua tim memang selalu panas dan memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia. Idealnya, pertandingan sebesar ini digelar di kandang yang semestinya dengan atmosfer suporter yang luar biasa," kata Yudi kepada detikJabar, Kamis (7/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, kita juga harus menghormati keputusan pihak keamanan dan operator liga demi kelancaran pertandingan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kedua tim tetap bisa menyajikan pertandingan berkualitas dan menjaga sportivitas," tambahnya.
Saat disinggung apakah pada masanya dulu proses perizinan pertandingan sesulit sekarang, Yudi mengatakan situasinya berbeda. Menurutnya, Persib juga memiliki sejarah manis saat menjadi juara di Jakarta.
"Kalau bicara zaman dulu dan sekarang memang terasa berbeda. Dulu proses perizinan tidak serumit sekarang. Bahkan, kita punya sejarah manis bisa juara di GBK dengan atmosfer yang luar biasa. Namun sekarang situasi sepak bola sudah berubah. Faktor keamanan, antusiasme suporter, hingga pertimbangan teknis menjadi lebih kompleks. Semua pihak tentu ingin pertandingan berjalan aman dan kondusif," ungkapnya.
Menurut Yudi, pemindahan venue dari Jakarta ke Samarinda juga cukup merugikan Persib.
"Saya melihat kondisi ini tentu cukup merugikan Persib. Perjalanan Bandung-Samarinda bukan hal ringan, apalagi di tengah jadwal kompetisi yang padat. Kondisi fisik, pemulihan, hingga fokus pemain pasti sedikit banyak terpengaruh. Namun, tim besar harus bisa beradaptasi dengan situasi seperti ini. Justru mental juara biasanya terlihat saat menghadapi kondisi yang tidak ideal," jelasnya.
Yudi berharap pertandingan berjalan kondusif. Ia juga meminta semua pihak menahan diri dan tidak mengganggu suasana menjelang pertandingan, terutama di media sosial.
"Harapan saya, pertandingan ini tetap menjadi tontonan yang berkualitas, enak dilihat, penuh fair play, dan tidak ada hal-hal di luar sepak bola yang merusak suasana. Seperti yang saat ini viral di media sosial mengenai rasisme, rivalitas cukup di lapangan saja," tuturnya.
Yudi juga berharap para pemain Persib mampu menunjukkan permainan terbaik meski bobotoh hanya menyaksikan pertandingan lewat layar kaca.
"Semoga pemain bisa memberikan yang terbaik dan suporter juga ikut menjaga nama baik sepak bola Indonesia," ujarnya.
Tak hanya kepada pemain, Yudi juga meminta pelatih Persib, Bojan Hodak, menjaga emosi dan tidak terbawa suasana di luar lapangan.
"Untuk Bojan Hodak dan para pemain, tetap fokus dan jangan terbawa tekanan di luar lapangan. Percaya dengan kualitas dan kerja keras yang sudah dibangun selama ini. Bermain disiplin, menjaga kerja sama, dan nikmati pertandingan. Karena laga besar seperti ini sering ditentukan oleh mental, bukan hanya strategi. Yang paling penting, berjuang sampai menit terakhir demi bobotoh dan nama besar Persib Bandung," pungkasnya.
(wip/yum)
