Umpan Kelas Dunia Layvin Kurzawa

Umpan Kelas Dunia Layvin Kurzawa

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 01 Mei 2026 19:30 WIB
Layvin Kurzawa
Layvin Kurzawa (Foto: Dokumen Persib.co.id).
Bandung -

Laga antara Persib Bandung dan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda tak hanya menyajikan drama enam gol dan comeback luar biasa. Di balik kemenangan 4-2 Maung Bandung, ada satu hal yang mencuri perhatian, yakni kualitas umpan dari kaki kiri Layvin Kurzawa.

Momen itu datang di saat Persib dalam kondisi tertinggal 1-2 di babak pertama. Kurzawa kemudian dimainkan pelatih Bojan Hodak di babak kedua. Kehadiran eks pemain Paris Saint-Germain di lapangan langsung membawa perubahan dalam permainan.

Di menit 49, Kurzawa mendapat bola di sisi kiri lapangan. Tidak terburu-buru, ia mengontrol bola dengan satu sentuhan, mengangkat kepala, membaca pergerakan di dalam kotak penalti dan menentukan target untuk mengirim bola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, posisi tubuh Kurzawa sedikit terbuka ke dalam, memberi sudut ideal untuk melepas crossing. Ayunan kakinya bersih, tidak terlalu keras, tapi penuh presisi. Bola meluncur mengarah ke ruang di antara bek dan kiper.

ADVERTISEMENT

Di titik itu, Berguinho datang dengan timing yang tepat. Ia menyesuaikan arah datang bola, melompat dan menyundul bola yang kemudian menghujam ke gawang Aqil Savik.

Inilah yang membuat umpan silang Kurzawa terasa "kelas dunia", sesuatu yang sudah lama menjadi ciri khasnya sejak bermain di levet tertinggi sepak bola Eropa.

Saking indahnya, komentator saat siaran langsung sampai terkagum-kagum. Bahkan ia menyebut belum pernah melihat umpan silang seperti yang dilakukan Layvin Kurzawa.

"Saya mungkin selama siaran Super League musim ini, belum pernah melihat crossing seperti itu. Sebuah crossing yang menurut saya jarang sekali saya lihat di pertandingan," ucap sang komentator dalam siaran langsung.

Analisa Teknik

Sementara pengamat Persib Bandung, Indra Jaya menyebut, Kurzawa menunjukkan kelasnya di pertandingan melawan Bhayangkara. Sebelum melepaskan umpan, Kurzawa lebih dulu melakukan scanning.

"Kurzawa selalu melakukan scanning terlebih dulu sebelum melakukan crossing, jadi tau posisi rekan di sebelah mana. Akurasinya juga bagus menempatkan bola di depan badan atau kepala penyerang Persib sehingga memudahkan untuk dieksekusi," ucap Indra, Jumat (1/5/2026).

Namun yang jadi pembeda dari umpan sang pemain adalah bobot crossing yang menurut Indra sangat sempurna. Bola tendangan Kurzawa meluncur dengan cepat yang membuat pemain bisa menanduk dengan kuat.

"Yang menjadi pembeda, bobot crossing dari Kurzawa lebih berisi (tidak pelan) yang memudahkan lawan termasuk kiper tidak bisa berpikir cepat untuk memotong bola crossing karena ada bobot crossing tadi," ungkapnya.

"Plusnya dengan crossing yang memiliki bobot, perkenaan pada kepala penyundul bisa lebih keras pantulannya," imbuhnya.

Menurut Indra, tak banyak pemain di Super League yang mampu memberikan crossing seperti Kurzawa. Kebanyakan kata dia, pemain hanya melepaskan umpan tanpa bobot.

"Pemain lokal hanya memberikan umpan terkesan untuk membuat kemelut di depan gawang lawan. Bobot crossing-nya juga terlalu pelan sehingga bisa diantisipasi oleh kiper Dengan memotong jalur crossing," jelasnya.

Ia menyebut, para pemain khususnya pemain muda harus bisa mempelajari teknik crossing seperti yang dilakukan Kurzawa. Hal itu kata dia bisa dilakukan dengan terus berlatih.

"Mungkin yang menjadi pembeda adalah dari jumlah drill para pemain mengasah kemampuannya. Tentu pemain lokal juga bisa asalkan terus mengasah kemampuannya di luar jam latihan bersama," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pawai Persib Juara Liga 1, Bobotoh Tumpah Ruah di Balai Kota"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads