Analisis Pengamat, Kunci Persib Comeback Lawan Bhayangkara FC

Analisis Pengamat, Kunci Persib Comeback Lawan Bhayangkara FC

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 01 Mei 2026 15:30 WIB
Berguinho di laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Kamis, 30 April 2026).
Berguinho di laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Kamis, 30 April 2026). (Foto: Dokumen Persib.co.id)
Bandung -

Persib Bandung menunjukkan kebangkitan dramatis saat menumbangkan Bhayangkara FC dengan skor 4-2. Sempat tertinggal dua gol, Maung Bandung berbalik unggul lewat perubahan signifikan di babak kedua.

Pengamat Persib, Indra Jaya, melihat ada perbedaan mencolok dalam cara bermain tim asuhan Bojan Hodak antara babak pertama dan kedua. Di babak pertama, Persib tampil tidak sesuai skema yang diinstruksikan pelatih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lihat ada dua perbedaan cara bermain di babak pertama dan kedua. Di babak pertama, transisi permainan Persib kurang bagus, sehingga permainan sistem yang biasa dimainkan bisa diobrak-abrik oleh Bhayangkara yang di luar dugaan bermain menyerang," ujar Indra, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, Persib tampak tidak siap menghadapi tekanan awal, terutama setelah kebobolan cepat yang membuat organisasi permainan terganggu.

ADVERTISEMENT

"Persib seolah tidak siap, sehingga organisasi pertahanan menjadi buyar seakan tidak siap. Apalagi Bhayangkara mencetak gol cepat. Beruntung di akhir babak pertama Persib berhasil mencetak gol untuk memperkecil gol," katanya.

Perubahan paling krusial terjadi di babak kedua. Indra menilai Persib justru tampil lebih efektif ketika keluar dari pakem permainan yang selama ini diterapkan. Selain itu, masuknya Layvin Kurzawa juga memberikan dampak positif pada permainan.

"Lalu kehadiran Kurzawa memberi warna tersendiri dengan crossingnya. Tapi yang lebih terlihat, Persib bermain lepas dari sistem yang selama ini biasa digunakan. Bojan seolah memberi kebebasan pemain untuk bermain dengan keunggulannya masing-masing," jelasnya.

"Ramon dengan kerja kerasnya, tahan bantingnya. Lalu ada Adam Alis dengan mobilitas dan akselerasinya. Kurzawa dengan pengalaman kelas dunianya dan juga Saddil dengan kemampuan olah bolanya," lanjutnya.

Menurutnya, keputusan untuk bermain lebih fleksibel menjadi langkah realistis ketika Persib dalam posisi tertinggal dan butuh kemenangan.

"Semua memang seperti lepas dari sistem permainan yang selama ini dibuat bagi tim. Ini pilihan paling realistis karena Persib perlu menang, di saat Persib mencetak gol lebih banyak, maka kendali permainan ada di Persib," tuturnya.

Dominasi Persib di babak kedua juga berdampak pada mental lawan. Bhayangkara disebut mulai kehilangan kendali, sementara Persib justru semakin percaya diri.

"Pemain Bhayangkara menjadi kalut, pemain Persib malah bermain peran dengan baik, mampu memainkan tempo tanpa bola sekalipun dan membuat lawan menjadi makin emosi," katanya.

Indra pun menilai kemenangan ini membuka kembali peluang Persib dalam perebutan gelar. Saat ini Persib kembali berada di puncak klasemen dengan 69 poin, unggul head-to-head dari Borneo FC di urutan kedua.

"Asa itu kembali terbuka Sib. Mungkin untuk ke depannya memainkan pemain yang lebih kuat di posisi bek kanan bisa menjadi solusi. Kerennn Sib," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads