'Shut Up KDM' di Laga Persib yang Direspons Dedi Mulyadi

'Shut Up KDM' di Laga Persib yang Direspons Dedi Mulyadi

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 26 Apr 2026 12:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Bandung -

Laga antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) lalu diwarnai aksi protes suporter. Sebuah spanduk mencolok bertuliskan "Shut Up KDM" membentang di Tribun Utara, memicu perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Jawa Barat.

Spanduk berbahan kain putih dengan tulisan kombinasi warna hitam dan merah itu mulai terlihat sejak awal babak kedua. Pesan tersebut terus terpampang jelas hingga peluit panjang tanda pertandingan usai dibunyikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi ini diduga kuat ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM tersebut belakangan menjadi sorotan setelah mengumumkan pemberian bonus bagi para pemain Persib. Namun, langkah ini justru dinilai sebagian Bobotoh dapat mengganggu konsentrasi dan profesionalisme tim di lapangan.

Merespons hal tersebut, Dedi Mulyadi angkat bicara. Melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya pada Minggu (26/4/2026), ia memberikan tanggapan terbuka terkait aspirasi yang disampaikan Bobotoh di tribun utara.

ADVERTISEMENT

"Assalamualaikum, sampurasun, wilujeng enjing wargi Jabar dan seluruh warganet di mana pun berada. Teman-teman bobotoh yang ada di tribun utara GBLA saat pertandingan melawan Arema saya ucapkan terima kasih atas spanduk yang dibentangkan-nya yang intinya adalah melarang saya untuk tidak bicara mengenai Persib dan spanduk tersebut saya yakin didasarkan sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik," kata KDM dilihat detikJabar dalam video yang diunggah di akun TikTok-nya, Minggu (26/4/2026).

KDM menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diingatkan oleh suporter. Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengklarifikasi perihal asal-usul bonus yang sempat ia umumkan melalui media sosial, yang menyeret nama tokoh nasional Maruarar Sirait.

Banner 'Shut Up KDM' di laga Persib vs Arema FC.Banner 'Shut Up KDM' di laga Persib vs Arema FC. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

"Saya sampaikan mengenai apa yang disampaikan di media sosial tentang bonus kepada pemain Persib Bandung sebesar Rp1 miliar yang saya menyebut berasal dari Asep Ara Siarait itu bisa saya menyebutnya kepada Bang Ara Sirait (Maruarar Sirait) dengan kalimat Asep Ata Sirait karena dia sudah lama sekali tinggal di Jawa Barat saat kuliah di Universitas Parahyangan Bandung," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa rencana pemberian bonus tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari diskusi bersama manajemen Maung Bandung demi memotivasi tim meraih target besar.

"Saya sampaikan bonus tersebut berawal dari pertemuan kami bertiga dengan top manajemen Persib Bandung. Dalam kesempatan itu kami menyampaikan bagaimana harapan Persib untuk hattrick juara tiga kali berturut-turut dan top manajemen menyampaikan bahwa tantangannya berat karena tantangannya berat bahwa diperlukan supporting tinggi, itu yang disampaikan Bang Ara," tambah KDM.

Tak tanggung-tanggung, KDM menyebutkan bahwa bonus tidak hanya diberikan saat melawan Dewa United saja. Total komitmen bonus yang disiapkan mencapai Rp5 miliar untuk lima pertandingan tandang.

"Secara spontan Bang Ara menyampaikan akan memberikan bonus pada setiap pertandingan di kandang lawan dari tujuh pertandingan ada lima pertandingan yang akan diberikan bonus masing-masing Rp1 miliar. Jumlah yang diberikan Rp5 miliar untuk lima pertandingan," tuturnya.

Sebelum mempublikasikan hal tersebut, KDM mengaku telah berkonsultasi dengan manajemen Persib. Ia memastikan bahwa pemberian bonus tersebut tidak melanggar regulasi apa pun dalam kompetisi.

"Walaupun Bang Ara menyampaikan tidak boleh menyampaikan ke publik, saya sebagai orang yang menjunjung transparansi setiap pengelolaan keuangan saya sampaikan ini harus disampaikan kepada publik agar publik mengetahui ada aliran uang yang diberikan sebagai bentuk rasa kecintaan dan tekad agar Persib bisa menjadi juara tiga kali berturut-turut," terangnya.

KDM menegaskan bahwa dirinya telah berulang kali memastikan izin dari pihak manajemen sebelum berbicara di depan publik. "Saya menanyakan kepada top manajemen dia katakan boleh, saya tanyakan tiga kali apakah boleh, dia katakan boleh," tambahnya.

Menutup pernyataannya, KDM meminta agar polemik spanduk dan bonus ini tidak diperpanjang. Ia mengajak seluruh elemen pendukung untuk kembali fokus memberikan dukungan agar Persib Bandung bisa mencetak sejarah dengan meraih gelar juara untuk ketiga kalinya.

"Untuk itu, itulah peristiwa yang terjadi, saya sampaikan sudah kita tidak usah bicarakan ini berkelanjutan fokuslah Persib untuk menghadapi pertandingan sebelumnya agar seluruh keinginan juara tiga kalinya tercapai. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas saran dan kritisnya, selamat bertanding habis-habiskan bukan berdebat habis-habisan di media sosial," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads