Situasi yang dialami Persib Bandung saat ini terasa seperti dejavu bagi pecinta sepak bola. Apa yang terjadi pada Arsenal di Liga Inggris musim 2025/26, kini seolah terjadi di Bandung.
Persib yang sempat bertengger nyaman di puncak klasemen Super League 2025/26, kini harus menghadapi tekanan besar setelah keunggulannya terpangkas.
Hasil imbang 0-0 melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026), menjadi titik balik yang membuat persaingan semakin panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahan satu poin membuat Maung Bandung kini mengoleksi 66 poin dari 29 pertandingan. Jumlah itu ternyata tak lagi cukup untuk menciptakan jarak aman.
Sebab Borneo FC sukses menyamai perolehan poin usai menang telak 3-0 atas Semen Padang dalam pertandingan di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (25/4) malam.
Kini, Persib dan Borneo FC berdiri sejajar dengan 66 poin. Persib memang masih berada di posisi puncak berkat keunggulan head-to-head, namun secara psikologis, tekanan jelas berlipat.
Situasi ini serupa tapi tak sama pada perjalanan Arsenal yang sempat memimpin klasemen Premier League dengan jarak cukup jauh. Namun perlahan, keunggulan itu terkikis hingga akhirnya disamai oleh Manchester City.
Bedanya, Arsenal bahkan harus rela tergeser dari puncak klasemen karena kalah selisih gol. Saat ini, kedua tim sama-sama mengoleksi 70 poin, namun Manchester City unggul produktivitas gol.
Persib memang belum sampai kehilangan posisi puncak. Tapi alarm bahaya sudah berbunyi. Kegagalan meraih kemenangan dalam dua laga terakhir menjadi faktor utama.
Dengan sisa lima pertandingan, tekanan kini sepenuhnya ada di pundak Marc Klok dan kolega. Mereka tak lagi punya ruang untuk terpeleset jika ingin menjaga mimpi meraih gelar juara ketiga secara berturut-turut tetap hidup.
(iqk/iqk)
