Menanti FIFA Turun Tangan soal Tragedi Kanjuruhan

Tim detikSport - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 00:05 WIB
ZURICH, SWITZERLAND - DECEMBER 03: An illuminated FIFA logo sits on a sign at the FIFA headquarters on December 3, 2015 in Zurich, Switzerland. (Photo by Philipp Schmidli/Getty Images)
Foto: Philipp Schmidli/Getty Images
Jakarta -

PSSI, Kemenpora, dan Polri diminta mengundang Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA untuk investigasi tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Hal ini dikemukakan Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah

"Ini perlu untuk menjaga kredibilitas investigasi dan sepakbola Indonesia di mata dunia," kata Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta dikutip dari detikSport, Senin (3/10/2022).

Dia pun mengusulkan Liga 1 dihentikan sementara hingga FIFA selesai melakukan investigasi dan mengeluarkan rekomendasi. Hal ini, semata-mata untuk menjaga kredibilitas kompetisi sepakbola yang ada di Tanah Air.


"Penyelenggaraan kompetisi sepak bola profesional di Tanah Air ke depan tidak hanya mementingkan aspek bisnis, tetapi juga kepatuhan terhadap keseluruhan aturan FIFA dari semua pihak, agar tragedi memilukan seperti di Stadion Kanjuruhan Malang tidak terulang kembali," tegas politis asal Jawa Timur itu.

Said Abdullah juga mengusulkan jika liga kembali bergulir, PSSI harus melakukan audit pelaksanaan setiap pertandingan sepak bola saat hendak digelar hingga pertandingan selesai.

"Dan menghentikan pertandingan bila ada ketidakpatuhan terhadap peraturan FIFA. Langkah preventif ini untuk menghindarkan tragedi pilu di Kanjuruhan terulang kembali," kata Said Abdullah lagi.

"Meskipun urusan teknis sepakbola menjadi wewenang penuh PSSI, perlu kiranya Kemenpora ikut memberikan pengawasan untuk membantu PSSI, atau mengingatkan PSSI terhadap kemungkinan ketidakpatuhan penyelenggaraan pertandingan oleh pihak penyelenggara," paparnya.

Ia pun berharap kejadian di Kanjuruhan itu jadi yang terakhir di dunia sepak bola. Jangan ada lagi nyawa yang melayang akibat pertandingan sepak bola.

"Ingat jangan pernah ada sepakbola mengorbankan nyawa manusia. Sungguh kita menyesal dan penyesalan memang di akhir tragedi. Andai semua pihak senantiasa disiplin menjalankan ketentuan induk sepakbola dunia, FIFA, barangkali tragedi tidak akan terjadi," ujarnya.

Said Abdullah juga meminta semua pihak baik penyelenggara pertandingan, PSSI, Pemda, maupun masyarakat bergotong royong memberi santunan bagi keluarga korban yang meninggal serta membantu pengobatan mereka yang dirawat di rumah sakit.

Dia pun menyayangkan peristiwa ini terjadi di tengah kebanggan rakyat Indonesia pada prestasi Timnas Indonesia yang berhasil mengalahkan Timnas Curacao. Negara ini menempati peringkat FIFA lebih baik dari Indonesia yaitu di posisi 84 dunia. Selain itu, prestasi Timnas U-17 juga menakjubkan di kualifikasi Piala Asia U-17.

"Kami di DPR selalu mendukung kebutuhan anggaran dan langkah-langkah PSSI serta Kemenpora ketika meminta persetujuan naturalisasi sejumlah pemain muda berbakat, dan masuk menjadi skuad pada sepakbola tanah air," ungkapnya.

"Semoga urun pikir atas tragedi pilu di Kanjuruhan dapat memberi pertimbangan yang produktif bagi seluruh pihak untuk kemajuan sepak bola nasional dan kita mengheningkan cipta disertai dengan ketulusan doa bagi yang meninggal, kesembuhan bagi yang dalam perawatan dan kesabaran serta ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga yang sanak saudaranya meninggal dalam tragedi memilukan ini," pungkas Said Abdullah.

Artikel ini telah tayang di detikSport dengan judul FIFA Diharapkan Terlibat dalam Investigasi Tragedi Kanjuruhan

(orb/orb)