Formasi dan Doa Bersama di GBLA untuk Tragedi Kanjuruhan

Formasi dan Doa Bersama di GBLA untuk Tragedi Kanjuruhan

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 02 Okt 2022 15:35 WIB
Formasi dan doa bersama untuk Tragedi Kanjuruhan di Stadion GBLA.
Formasi personel Polri dan TNI di Stadion GBLA. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Sebanyak 3.300 personel gabungan Polri dan TNI menggelar doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan, Malang. Doa bersama itu dilakukan di tengah lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (2/10/2022).

Pantauan detikJabar, ribuan personel gabungan ini dikumpulkan di dalam are stadion. Mereka yang notabene bakal mengamankan jalannya laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta ini membentuk sebuah konfigurasi.

Konfigurasi dibentuk bertuliskan Arema di tengah-tengah lapangan Stadion GBLA. Setelah terbentuk, doa bersama dipanjatkan ribuan personel itu ditambah panpel pertandingan dan perwakilan tim Persib.


Plt Wakapolrestabes Bandung AKBP Asep Pujiyono mengatakan, apa yang dilakukan merupakan bentuk solidaritas dan ungkapan rasa belasungkawa kepada para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

"Kita di sini unsur pengamanan dari wilayah Jawa Barat, khususnya di wilayah Kota Bandung, kita doakan saudara-saudara kita, Arema dan juga dari Polri yang ada di wilayah Jawa Timur, semoga diberikan kesehatan, yang meninggal diberikan tempat di sisi Allah," kata Asep.

"Dan juga yang masih di rumah sakit, kepada saudara-saudara kita, Arema, semoga cepat sembuh seperti semula, dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga," sambungnya.

Dalam doa bersama itu, Asep menuturkan 3.300 personel turut ambil bagian. Menurutnya konfigurasi tulisan Arema sengaja dibentuk sebagai ungkapan simpati dari warga Jawa Barat.

"Kita bentuk konfigurasi, kita tujukan kepada rekan-rekan kita yang ada di Arema, yang tadi saya sampaikan, semoga yang almarhum diberi tempat di sisinya, dan di rumah sakit semoga diberikan kesembuhan seperti sedia kala dan berkumpul kembali bersama keluarganya," ujarnya.

Seperti diketahui, tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang menimbulkan banyak korban jiwa. Tercatat, sebanyak 174 orang tewas dalam tragedi pada Sabtu (1/10) malam itu.

(bba/orb)