Buntut Kerusuhan di Malang, Liga 1 Dihentikan Sepekan!

Buntut Kerusuhan di Malang, Liga 1 Dihentikan Sepekan!

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 02 Okt 2022 08:12 WIB
Para suporter Arema masuk ke lapangan usai kalah dari Persebaya
Foto: Para suporter Arema masuk ke lapangan usai kalah dari Persebaya (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Bandung -

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam. Kerusuhan tersebut memakan banyak lebih dari 100 korban jiwa.

Insiden mengerikan itu terjadi setelah wasit meniup peluit akhir pertandingan dengan hasil Arema kalah 2-3 dari Persebaya.

Ribuan suporter yang kecewa langsung menyerbu lapangan. Keributan tak bisa dihindarkan. Sejumlah fasilitas di stadion dirusak, beberapa kendaraan dibakar massa hingga menimbulkan korban jiwa.


Akibat kejadian itu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 memutuskan menghentikan sementara kompetisi selama sepekan.

"Kami prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Kami ikut berdukacita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua," kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, dikutip dari laman LIB, Minggu (2/10/2022).

"Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI. Ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI," sambungnya.

Sementara PSSI juga bakal menurunkan tim investigasi untuk mencari tahu penyebab kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Dikutip dari laman PSSI, saat ini tim investigasi akan segera bertolak ke Malang.

'"Kami masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan tentu laporan dari Kepolisian. Namun, dari tayangan video di media sosial yang sudah tersebar di mana-mana terlihat ada kerusuhan setelah wasit meniup peluit panjang. Sekali lagi kami masih menunggu laporan apakah ada korban atau tidak,'" ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Yunus memastikan panitia pertandingan akan mendapat sanksi keras jika kerusuhan itu terbukti terjadi dalam lapangan. Selain sanksi denda, Arema juga terancam tidak bisa menjadi tuan rumah di Liga 1.

'"PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang," pungkasnya.

(bba/orb)