Getir Pemain Persikotas: Tanpa Honor Berbekal Nekat Arungi Liga 3

Getir Pemain Persikotas: Tanpa Honor Berbekal Nekat Arungi Liga 3

Faizal Amiruddin - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 08:00 WIB
TIm Persikotas Tasikmalaya saat berlatih sebelum melakoni pertandingan.
TIm Persikotas Tasikmalaya saat berlatih sebelum melakoni pertandingan. (Foto: istimewa)
Tasikmalaya -

Kans Persikotas Kota Tasikmalaya di Liga 3 PSSI wilayah Jawa Barat 2022 telah kandas. Banyak yang harus dievaluasi atas kegagalan Persikotas di liga resmi ini. Para pemain pun menyuarakan pandangannya terkait badai persoalan yang melanda klub sepak bola kebanggaan masyarakat Kota Tasikmalaya ini.

"Tak ada yang semiris tahun ini, tahun-tahun sebelumnya masih lebih baik," kata Suryamin kapten tim Persikotas, Rabu (28/9/2022).

Suryamin yang sudah 18 tahun menjadi bagian dari Persikotas mengakui krisis keuangan yang dialami Persikotas saat ini membuat para pemain rela bertanding tanpa pamrih dan dengan kondisi serba kekurangan.


"Kemarin itu ibaratnya kita mah "jihad" saja, demi Persikotas. Kan kalau tidak ikut pertandingan, Persikotas bukan lagi dihukum tapi dicoret dari asosiasi," kata Suryamin.

Tanpa Uang Saku

Terkait separah apa kondisi yang dialami pemain ketika melakoni tiga laga Liga 3 itu, Suryamin mengatakan para pemain sampai harus merogoh kocek sendiri untuk jajan atau keperluan pribadi lainnya.

"Kalau makan mah ada walau pun seadanya. Tapi kalau uang saku atau honor jujur tidak ada. Bahkan untuk jajan juga kita bekal sendiri," kata Suryamin.

Kondisi tak menguntungkan ini menurut Suryamin bisa saja membuat para pemain hengkang, terutama pemain-pemain muda.

Komposisi pemain Persikotas sendiri saat ini didominasi oleh pemain-pemain muda yang baru saja lulus SMA. Sehingga mereka masih belum terlalu berorientasi terhadap pendapatan. Namun menurut Suryamin, kondisi itu memunculkan potensi para pemain hengkang.

"Ya ketika mereka tidak menemukan harapan penghidupan di sepak bola, bisa saja mereka hengkang. Hidup itu kan harus realistis, setiap orang butuh makan dan harus punya masa depan," kata Suryamin.

Harapan untuk Manajemen

Lebih lanjut dia berharap manajemen Persikotas bisa melakukan evaluasi dan pembenahan. Karena menurut dia performa pemain dapat dikatakan berbanding lurus dengan kondisi manajemen. "Kalau kepengurusannya bagus, profesional, punya target dan sehat. Para pemain pasti akan lebih bersemangat. Akan ada chemistry," kata Suryamin.

Mengenai potensi atau kualitas Persikotas sendiri, Suryamin mengatakan prestasi yang ditorehkan di tahun-tahun sebelumnya bisa menjadi rujukan. Pada tahun 2016 Persikotas pernah menjadi juara Liga Nusantara. "Kita pernah juara Liga Nusantara, rekam jejak prestasi kita di tahun-tahun sebelumnya ada. Persikotas itu punya potensi," ujar Suryamin.

Di samping itu Suryamin juga mengajak kepada para pengusaha yang mencintai olahraga sepak bola untuk ikut andil memberikan dukungan. "Kota Tasikmalaya itu kota termaju di Priangan Timur, banyak orang-orang kaya disini, banyak pengusaha. Ya kami berharap kepeduliannya untuk sama-sama kita besarkan Persikotas ini," kata Suryamin.

Momentum buruk yang terjadi saat ini diharapkan Suryamin jadi tonggak perubahan dan perbaikan bagi Persikotas.

"Harus dievaluasi mengapa kita sulit dapat sponsor. Apa karena kurang komunikasi atau promosi sehingga para sponsor ini merasa tidak terpanggil atau bagaimana?," pungkas Suryamin.

(yum/yum)