Sosok Edul, Pesepak Bola yang Tewas Tersambar Petir di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Minggu, 14 Agu 2022 14:10 WIB
Edi Kurnia, pesepak bola yang tersambar petir di Sukabumi.
Edi Kurnia alias Edul (kanan), pesepak bola yang tersambar petir di Sukabumi. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Suasana haru menyelimuti rumah duka Edi Kurniawan (45) di Kampung Cangkorah, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Ia dinyatakan meninggal dunia saat bermain sepak bola di Lapangan Korpri karena tersambar petir.

Sosok Edi atau Edul (sapaan akrabnya) ternyata sudah dikenal luas di sepak bola Sukabumi. Saat ini, dia merupakan asisten pelatih Magma FC (SSB di bawah Kodim 0607). Hal itu diungkapkan rekan sejawatnya, Akum Kuswara saat ditemui di rumah duka.

"Kami merasa sangat kehilangan, Edul itu totalitas kalau di sepak bola, hidup dia ya sepak bola. Setelah dia nggak ada pun seperti nggak ada penerus," kata Akum kepada detikJabar, Minggu (14/8/2022).


"Dulu almarhum ada obrolan dengan saya pernah melatih eks pemain Persib. Dulu pernah menjadi asisten Suwita Pata (eks Persib yang kini menjadi pelatih Setia FC) untuk turnamen," tambahnya.

Edul dikenal sebagai orang baik, mudah bergaul, totalitas sebagai pemain dan pelatih serta tak pernah memandang pertemanan. Akum mengatakan, perjalanan almarhum sebagai pemain sepak bola sudah muncul sejak belia.

"Di usia belia, dia pernah masuk Piala Soeratin (turnamen kompetisi sepakbola di Indonesia untuk usia 18 tahun ke bawah) mewakili Sukabumi. Yang dari dulu kita cuman main di kampung dengan nama club Rima FC, bisa merambah lebih jauh lagi. Apalagi bisa membina club besar kan kita juga bangga," ujarnya.

Edi Kurnia, pesepak bola yang tersambar petir di Sukabumi.Edi Kurnia (berjaket merah), pesepak bola yang tersambar petir di Sukabumi. Foto: Istimewa

Berbagai prestasi sebagai pemain termasuk lisensi sebagai pelatih telah almarhum dapatkan. Rekam jejaknya pun mencatat, ia pernah menjadi asisten pelatih Porda (Pekan Olahraga Daerah) Sukabumi.

"Beliau itu sudah terkenal di dunia sepak bola, makanya banyak yang datang dan berbela sungkawa. Dedikasinya full, jadi dia sudah menjadikan sepak bola sebagai hobi sekaligus pekerjaan," kata dia.

"Pas denger ini (kabar meninggal dunia) kaget semua dan kumpul. Mantan-mantan anak didik dia datang semua semalam, saya juga merasa ikut terharu. Ketika dia berada di tengah-tengah kita, dia bisa membuktikan keberadaannya berpengaruh," sambung Akum.

Kedekatan Edul dengan pemain Persib tak cukup dengan Suwita Pata saja. Akum mengatakan, Edul selalu menjaga komunikasi dengan mantan-mantan pemain Persib lain. Menurutnya Edul memiliki misi untuk menjembatani para atlet baru di Sukabumi agar dapat bergabung ke tim sepak bola Persib.

"Saya pernah tanya kenapa kok bisa punya grup dengan mantan Persib, itu kan bintang-bintang Persib semua. Dia jawabnya 'untuk menjembatani pemain potensial di Sukabumi kalau misalkan ke depannya ada kesempatan," ucapnya.

Ditanya soal kejadian sambaran petir yang menimpa almarhum Edul atau Edi Kurniawan, Akum menceritakan, saat itu Edul menjadi pemain tambahan bagi klub Pepermi FC karena ada ikatan pertemanan dengan klub tersebut.

Sambaran petir itu terjadi, kata dia, karena posisi Edul di lapangan dekat dengan genangan air. "Kronologisnya secepat itu. Baru main, kejadiannya dia dekat air. Mungkin sudah takdir, di antara yang ada di lapang mungkin karena itu (dekat air).

(orb/orb)