Jengkol telah sejak lama menjadi makanan kesenangan masyarakat kita. Thomas Stamford Raffles bahkan mencatatkannya dalam The History of Java sebagai makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang-orang di Pulau Jawa.
Bangsa polong-polongan ini bisa dikonsumsi mentah jika masih muda sebagai coel sambal, juga diolah sebagai jengkol balado, semur jengkol, atau jengkol goreng jika telah matang.
Di Sunda, ada pula kebiasaan mengubur jengkol di dalam tanah hingga waktu tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan kadar bau dari makanan itu. Jengkol yang seperti ini sering disebut 'sepi'.
Jengkol dinamai demikian karena mengandung Asam Jengkolat. Zat ini pula yang membuat air seni orang yang mengonsumsinya bau. Karenanya, jengkol sering diolah dengan talaten agar baunya berkurang sebelum maupun saat dikonsumsi.
Berikut ini sejumlah manfaat jengkol yang perlu diketahui. Selain nikmat, ada kegunaan yang melekat pada jengkol untuk tubuh orang yang mengonsumsinya.
5 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan
1. Menyehatkan Sistem Pencernaan
Dikutip dari laman Kebun Indo, di antara kandungan penting dalam jengkol adalah serat. Asupan serat berperan dalam membantu kerja sistem pencernaan, termasuk memperlancar pergerakan usus dan mengurangi risiko sembelit. Serat juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama serta berperan dalam proses penyerapan zat gizi. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung serat dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah karena penyerapan glukosa berlangsung lebih perlahan.
2. Sumber Energi
Jengkol mengandung karbohidrat yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai aktivitas. Karbohidrat dalam makanan berfungsi menyediakan bahan bakar bagi tubuh, sementara kandungan protein nabatinya diperlukan untuk mendukung berbagai proses penting. Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan, serta terlibat dalam pembentukan enzim dan hormon. Dengan kandungan tersebut, jengkol dapat menjadi salah satu pilihan sumber nutrisi nabati dalam pola makan yang beragam dan seimbang.
3. Menyehatkan Tulang
Kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga menjadi salah satu nilai gizi yang terdapat dalam jengkol. Kedua mineral tersebut memiliki peran penting dalam menjaga struktur dan kekuatan tulang serta gigi. Kecukupan asupan mineral merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang. Namun, kebutuhan kalsium dan fosfor tentu tidak hanya dapat dipenuhi dari satu jenis makanan, sehingga tetap diperlukan pola makan yang beragam.
4. Penuhi Kebutuhan Zat Besi
Jengkol juga mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel darah merah. Sel darah merah memiliki peran penting dalam membawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Karena itu, kecukupan asupan zat besi perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Meski demikian, pemenuhan kebutuhan zat besi sebaiknya berasal dari beragam sumber makanan agar kebutuhan nutrisi harian dapat tercukupi secara seimbang.
5. Mendukung Daya Tahan Tubuh
Sejumlah vitamin dan senyawa gizi dalam jengkol turut berperan dalam mendukung fungsi tubuh, termasuk vitamin B1 dan vitamin C. Vitamin B1 diperlukan dalam proses metabolisme energi, sedangkan vitamin C dikenal memiliki fungsi sebagai antioksidan dan berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Dengan mengombinasikan berbagai makanan bergizi dalam menu sehari-hari, tubuh dapat memperoleh vitamin dan mineral yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya.
(dir/dir)