Kisah di Balik Nama Perkedel Bondon yang Melegenda di Bandung

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Senin, 31 Agu 2026 09:00 WIB
Perkedel Bondon (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

Saat lampu-lampu pertokoan di Kota Bandung mulai padam dan sebagian besar warganya terlelap dalam mimpi, ada satu sudut di Jalan Stasiun Timur yang justru baru menggeliat. Di sana, kepul asap dan aroma gurih kentang goreng menyeruak di tengah dinginnya udara malam.

Inilah Perkedel Bondon, sebuah nama yang sudah kadung melekat sebagai destinasi kuliner malam paling ikonik di Kota Kembang.

Warung ini memiliki ritme hidup yang tak lazim. Ketika kedai lain tutup, Perkedel Bondon justru baru mulai menjajakan dagangannya di atas pukul 10 malam hingga menjelang subuh.

Waktu operasional yang "nyeleneh" ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan identitas yang telah mengakar selama puluhan tahun. Tak heran, antrean panjang pembeli yang terdiri dari warga lokal hingga wisatawan luar kota menjadi pemandangan lumrah setiap malamnya.

Di balik ketenarannya sekarang, terselip narasi sederhana tentang bagaimana kudapan ini lahir. Riska Diana (28), sosok generasi ketiga yang kini memegang tongkat estafet usaha ini, menceritakan bahwa perkedel legendaris tersebut diperkirakan sudah eksis sejak era 1980-an.

"Kalau tahun pastinya sih kurang tahu ya, karena kan dulu yang bikin nenek. Cuma kayaknya perkiraan sekitar tahun 80-an. Jadi ini generasi ketiga sekarang," ujar Riska saat ditemui belum lama ini.

Jauh sebelum viral dan diburu pelancong, perkedel ini lahir dari kebutuhan mendasar para pekerja di kawasan Stasiun Bandung. Kala itu, fasilitas di sekitar stasiun belum semodern sekarang, pilihan tempat makan malam hari sangat terbatas, dan jadwal perjalanan kereta antarkota pun belum sepadat saat ini.

Nenek Riska, yang awalnya membuka warung nasi biasa, kerap menerima permintaan khusus dari para pegawai Kereta Api Indonesia (KAI). Para masinis dan staf stasiun yang baru menyelesaikan sif kerja sekitar pukul 10 atau 11 malam sering kali kesulitan mencari pengganjal perut.

"Awal mulanya sebenarnya Perkedel Bondon ini dibikinnya enggak sengaja. Dulu di Stasiun Bandung masih jarang kereta antarkota, perjalanan jauh. Belum ada kantin juga," ungkapnya.

"Karena memang kalau mereka pulang jam 10 sampai jam 11 malam tuh belum ada makanan," lanjut Riska.

Sang nenek kemudian meramu resep perkedel kentang yang praktis, mengenyangkan, dan mudah dibawa. Tak disangka, camilan sederhana ini justru menjadi primadona. Popularitasnya meluas, tak hanya di kalangan internal pegawai kereta, tapi juga merambah ke warga yang masih beraktivitas di sekitar stasiun pada larut malam.



Simak Video "Menggugah Selera dengan Kuliner Istimewa di Bogor"


(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork