Mencicipi Kornet Kuah Viral di Sinar Warisan Bandung

Mencicipi Kornet Kuah Viral di Sinar Warisan Bandung

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Sabtu, 23 Mei 2026 09:30 WIB
Kedai Sinar Warisan di Bandung
Kedai Sinar Warisan di Bandung (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar).
Bandung -

Kuliner Kota Bandung seolah tak pernah kehabisan hal baru. Sejak beberapa minggu belakangan, jagat media sosial diramaikan oleh unggahan santapan berkuah yang kerap ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan.

Menu yang disebut-sebut sebagai kornet kuah tersebut tampak menggiurkan, ada irisan daging berpadu dengan nasi panas dan kuah creamy. Lokasi kedainya terletak di pusat kota, yakni di bilangan Jalan Dipatiukur.

detikJabar berkesempatan menyambangi kedai "hidden gem" tersebut beberapa waktu lalu. Disebut "hidden" karena pintu masuknya memang tersembunyi, berada di belakang pelataran toko di Jalan Dipatiukur nomor 1, berada satu kawasan dengan Flashy dan Kozi Coffee.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menapaki tangga menuju lantai dua, barulah pengunjung akan sampai ke kedai yang dinamai Sinar Warisan tersebut. Areanya tak terlalu luas, namun cukup untuk menampung sekitar 20-an tamu.

Beruntung, siang itu antrean tidak terlalu ramai. detikJabar pun memesan menu andalan mereka, yakni kornet kuah susu yang dibanderol seharga Rp33 ribu. Bila ingin porsi yang lebih sedikit, pengunjung juga bisa memilih opsi setengah porsi seharga Rp18-21 ribuan.

ADVERTISEMENT
Kedai Sinar Warisan di BandungMenu kornet kuah dari Sinar Warisan (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar).

Setelah menunggu sekitar 15 menit, pesanan yang dinanti pun tiba. Kornet kuah dan nasi disajikan secara terpisah. Kornet yang disajikan berupa irisan daging yang tampak telah direndam selama beberapa waktu hingga terasa empuk meskipun padat.

Bila kornet yang ada di benak detikers adalah daging sejenis kornet kalengan yang kerap dijumpai di supermarket, hal tersebut berbeda dengan yang disajikan di tempat ini. Kornet Sinar Warisan dimasak secara rumahan dan memiliki tekstur yang berserat dengan warna merah yang khas.

Rasanya pun relatif lebih 'hambar', sehingga cocok bagi yang tidak terlalu menyukai daging gurih. Kuahnya memiliki cita rasa rempah dengan sedikit rasa masam yang menyegarkan. Kuah susu cocok bagi yang menyukai rasa creamy, sementara opsi kuah warisan yang dimasak tanpa susu akan memberikan rasa yang lebih clean.

Sinar Warisan juga menjual beberapa makanan ringan pendamping, seperti perkedel kentang, sate ayam panggang, sate kulit, tempe goreng, hingga kerupuk. Harganya relatif terjangkau, dibanderol mulai dari Rp5 ribuan. Sementara untuk menu minuman, opsi yang disajikan terbatas. Ada pilihan air mineral, teh, dan temulawak.

Resep Warisan Keluarga

Sinar Warisan baru beroperasi sejak akhir Januari 2026. Dengan maraknya kehadiran para content creator, pengunjung pun tanpa disangka kerap membeludak di waktu-waktu tertentu seperti akhir pekan.

Supervisor Sinar Warisan Manda Alfilia mengatakan, menu kornet kuah adalah menu andalan keluarga pemilik Sinar Warisan. Resep tersebut telah dimasak turun-temurun dan kerap dihidangkan di hari-hari spesial.

"Resep ini milik neneknya pemilik Sinar Warisan, dan dimasak turun-temurun ke cucu-cucunya. Biasanya di hari-hari besar seperti Idul Fitri atau saat kumpul keluarga, menu ini disajikan. Karena rasanya enak, sayang kalau orang lain tidak bisa mencobanya. Akhirnya dibuatlah Sinar Warisan," ungkap Manda pada detikJabar.

Hal yang membuat resep tersebut spesial, ia mengatakan, adalah proses pembuatannya. Daging sapi yang digunakan melewati proses perendaman dengan garam khusus selama 24 jam.

"Setelah direndam, lalu dipresto. Jadi dagingnya empuk dan padat," jelasnya.

Adapun bagian daging yang digunakan adalah beef blade alias bagian punuk sapi. Ciri khas daging tersebut adalah teksturnya yang padat dan berserat namun tetap empuk.

Dalam sehari, ia mengatakan, Sinar Warisan biasanya menghabiskan hingga 5-6 kilogram daging sapi. Di musim libur panjang ataupun akhir pekan, penjualan pun bisa melonjak.

"Kita buka dari jam 12 siang sampai jam 10 malam. Tapi sering juga habis lebih cepat, terutama untuk side dish-nya. Jam 5-6 sore bisa sudah ludes," paparnya.

Meski menyasar warga Kota Bandung sebagai konsumen utama, tak dipungkiri, wisatawan dari Jakarta kerap mendominasi di akhir pekan. Menu yang paling banyak dicari, ia mengatakan, adalah kornet kuah dan sate ayam panggang.

"Semua yang datang ke sini pasti mencoba menu kornetnya dulu. Tapi untuk side dish-nya, banyak yang suka sate ayam panggang. Perkedel juga banyak yang cari karena teksturnya lembut," ungkapnya.

Secara keseluruhan, tempat ini cocok disambangi untuk detikers yang tengah mencari opsi makan siang yang berbeda.

Cita rasanya yang ringan dan tidak terlalu dominan justru bisa menjadi daya tarik tersendiri, meski mungkin kurang pas bagi pecinta rempah yang kuat. Tertarik mencoba?

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Bersantai dengan Floaties sekaligus Makan di Kolam Renang yang Seru di Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads