Kesehatan mental tidak hanya ditentukan oleh kondisi psikologis dan lingkungan sosial. Pola makan sehari-hari juga berperan besar dalam menjaga kestabilan emosi. Tanpa disadari, sejumlah makanan yang kerap dikonsumsi justru dapat memperburuk gejala kecemasan dan depresi.
Beberapa jenis asupan diketahui memengaruhi keseimbangan hormon, kadar gula darah, hingga kualitas tidur. Dampaknya bisa berupa perubahan mood yang drastis, tubuh mudah lelah, hingga rasa cemas berlebihan. Dilansir detikFood, berikut tujuh makanan yang sebaiknya dibatasi karena berpotensi memicu kecemasan dan depresi, dirangkum dari WebMD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan Pola Makan dan Kesehatan Mental
Apa yang dikonsumsi setiap hari berpengaruh langsung pada kerja otak dan sistem saraf. Makanan tinggi gula, lemak trans, atau bahan kimia tambahan dapat memicu peradangan serta mengganggu produksi hormon yang mengatur suasana hati.
1. Minuman Manis Kemasan
Minuman seperti soda, teh botolan, atau jus buah kemasan sering dianggap menyegarkan dan praktis. Padahal, minuman ini umumnya mengandung gula tinggi dan minim serat.
Lonjakan gula darah yang terjadi setelah mengonsumsinya dapat memicu perubahan energi secara drastis. Ketika gula darah turun dengan cepat, tubuh bisa merespons dengan rasa cemas, mudah marah, dan lelah.
2. Soda Diet dan Pemanis Buatan
Soda diet kerap dipilih karena bebas gula. Namun, kandungan pemanis buatan seperti aspartam dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan suasana hati pada sebagian orang.
Kombinasi kafein dan pemanis buatan dapat memperparah kegelisahan, terutama pada individu yang sudah memiliki riwayat kecemasan atau depresi.
3. Roti Putih dan Produk Tepung Olahan
Roti tawar, mie instan, dan makanan berbasis tepung terigu termasuk karbohidrat olahan. Jenis makanan ini cepat dicerna sehingga memicu lonjakan gula darah dalam waktu singkat.
Fluktuasi energi yang tajam ini dapat berdampak pada mood yang tidak stabil. Para ahli lebih menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks seperti gandum utuh atau biji-bijian.
4. Saus dan Dressing Kemasan
Saus tomat, saus salad, hingga bumbu instan sering mengandung gula tambahan atau sirup fruktosa tinggi. Bahan ini dapat memicu reaksi negatif pada suasana hati, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap perubahan gula darah.
Membuat saus sendiri dari bahan segar dinilai lebih aman dan membantu menjaga kestabilan emosi.
5. Minuman Berkafein Berlebihan
Kafein memang dapat meningkatkan energi dan fokus dalam jangka pendek. Namun, konsumsi berlebihan bisa memicu jantung berdebar, sulit tidur, dan rasa gelisah.
Bagi penyintas kecemasan dan depresi, efek ini dapat memperparah gejala. Mengurangi asupan kafein, terutama di sore dan malam hari, dapat membantu kualitas tidur dan kesehatan mental.
6. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak Trans
Gorengan, makanan cepat saji, donat, dan kue kemasan umumnya tinggi lemak trans dan gula. Kandungan ini dapat memicu peradangan dan berdampak pada fungsi otak.
Penelitian menunjukkan pola makan tinggi lemak tidak sehat berkaitan dengan meningkatnya risiko depresi dan kecemasan, terutama jika dikonsumsi secara rutin.
7. Makanan Instan dan Olahan
Makanan instan seperti camilan kemasan, makanan beku, dan fast food cenderung rendah nutrisi penting. Padahal, vitamin, mineral, dan lemak sehat sangat dibutuhkan otak untuk bekerja optimal.
Pola makan tinggi makanan olahan dikaitkan dengan suasana hati yang lebih buruk serta meningkatnya risiko gangguan mental.
Menjaga kesehatan mental tidak cukup hanya dengan mengelola stres. Memilih makanan yang tepat juga menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan emosi. Membatasi konsumsi makanan pemicu kecemasan dan depresi, serta menggantinya dengan asupan bergizi seimbang, dapat membantu meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Artikel ini telah tayang di detikFood. Baca selengkapnya di sini.
(iqk/iqk)
