Wacana pembongkaran Teras Cihampelas, Kota Bandung terus dimatangkan. Setelah dibongkar, rencananya bakal ada pembenahan di kawasan itu untuk membangkitkan kembali industri fesyen di Kota Kembang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini secara administrasi, pelimpahan aset Teras Cihampelas sudah diteken dari Pemkot Bandung ke Pemprov Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara administrasi sudah selesai. Saya sudah tanda tangan suratnya, maka tinggal administrasi dari badan aset ke badan aset. Kan perlu mendapat verifikasi dari BPKP, BPK, dan Kementerian Dalam Negeri," katanya, Rabu (22/7/2026).
Farhan mengatakan, setelah aset Teras Cihampelas dilimpahkan, Pemkot Bandung bisa berkolaborasi untuk penataan area itu dengan Pemprov Jabar. Apalagi menurutnya, Pemprov punya konsep untuk penataan area pedestrian melayang atau skywalk tersebut.
"Konsekuensinya jadi kolaborasi, konsekuensi yang menyenangkan itu mah. Kolaborasi seperti kita mengurus Jalan Supratman, Jalan Ponegoro, Jalan Pasteur, Jalan Sukajadi. Itu nanti akan dibicarakan bersama dengan pemerintah provinsi. Karena pemerintah provinsi juga punya konsep," ucapnya.
"Nanti kita lihat konsep beliau (Gubernur Jabar Dedi Mulyadi) apakah akan disamakan dengan Lembang atau berbeda. Atau beliau punya konsep baru, karena beliau tetap meminta kita untuk membongkar Teras Cihampelas," tandasnya.
Meski belum mendapat informasi kembali bagaimana konsep baru dan pelaksanaannya, Farhan mengaku menerima sedikit bocoran untuk masa depan Teras Cihampelas. Salah satunya, area itu akan diaktifkan kembali sebagai industri fesyen di Kota Bandung.
"Yang pasti, pertama bongkar dulu Teras Cihampelas, mengembalikan kenyamanan berada di bawah pohon. Kemudian optimalisasi para pelaku bisnis yang ada di kiri-kanan," katanya.
"Nah, mungkin sudah bukan jeans lagi. Mungkin ya. Karena sekarang cara masyarakat terhadap fesyen di Kota Bandung bergeser. Sudah bukan jeans, tetapi kuliner dan hotelnya tetap ada. (Informasinya) itu yang saya belum tahu," pungkasnya.
(ral/orb)
