Di tepian Jalan Raya Cirendang, Kabupaten Kuningan, sebuah bangunan sederhana berdiri dengan aroma gurih yang menggoda indra penciuman. Namanya Ayam Goreng Ilham Jaya. Meski tampilannya bersahaja, rumah makan ini telah mengukir reputasi sebagai salah satu destinasi kuliner ayam yang cukup dikenal di Kuningan.
Sosok di balik kemudi usaha ini adalah Toto (54). Malam itu, peluh tampak di keningnya saat ia dengan sigap melayani antrean pembeli. Namun, di balik kelincahannya membolak-balik ayam di penggorengan, tersimpan kisah perjuangan panjang. Sebelum dikenal sebagai juragan ayam, Toto adalah seorang pejuang asongan yang menghabiskan hari-harinya di jalanan Cirebon dan Indramayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahulu, rutinitas Toto dimulai dengan menumpang kendaraan umum dari Kuningan demi menjajakan aneka makanan dan minuman di keramaian terminal hingga pasar. Belasan tahun ia melakoni hidup di aspal. Namun, seiring bertambahnya kebutuhan keluarga, pada tahun 2010, Toto memutuskan untuk memarkirkan keranjang asongannya dan beralih profesi menjadi penjual ayam goreng.
"Dulu Pedagang asongan kalau diceritain pahit dari Kuningan ke Cirebon, Jatibarang bahkan sampai ke Bandung. Itu naik bus di perempatan ke sini, biasa naik bis buat jualan. Terus di tahun 2010 mulai tuh berhenti untuk jualan ayam. Karena kebutuhan kan bertambah. Mau merubah nasib lah, " tutur Toto mengenang masa lalunya.
Nama 'Ilham Jaya' sendiri diambil dari nama salah satu buah hatinya, sebuah doa agar usaha ini membawa kejayaan bagi keluarga. Perjalanannya dimulai dari sebuah gerobak kecil di kawasan Cirendang. Karena animo pelanggan yang ingin makan di tempat semakin membeludak, Toto bersama istrinya akhirnya memberanikan diri membuka lapak permanen di pinggir jalan utama.
Ayam Goreng Ilham Jaya Kuningan. (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar) |
Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari ayam sambal hijau, ayam kampung, ayam geprek, bebek, hingga cumi cah kangkung. Namun, primadona yang tak boleh dilewatkan adalah Pencok Katel. Sambal tradisional khas Sunda ini berbahan dasar daun muda kacang kedelai (katel) yang dipadukan dengan ulekan sambal kencur mentah yang segar.
Perpaduan rasa pedas dan aroma kencur yang kuat dari Pencok Katel menjadi pendamping sempurna bagi daging ayam yang empuk. Sensasi gurih yang meresap hingga ke tulang membuat setiap suapan terasa istimewa. Untuk urusan kantong, pelanggan tak perlu khawatir karena paket makan di sini dibanderol cukup terjangkau, mulai dari Rp 20.000.
Kini, Toto mampu menjual ratusan porsi setiap harinya dengan omzet mencapai jutaan rupiah. Namun, kejayaan ini bukan tanpa ujian. Saat pandemi COVID-19 menghantam, usahanya sempat goyang dan sepi pembeli. Namun, berkat keteguhan menjaga kualitas dan harga, Ayam Ilham Jaya tetap berdiri tegak hingga memasuki tahun ke-16 perjalanannya.
"Saat pandemi COVID 19 itu 50 persen pelanggan hilang. Tapi kita nggak takut, jalani saja. Sehari bisa ada 60 porsi ayam kadang-kadang sampai 100 kalau weekend. Sambalnya bisa sampai 5 kilogram sehari. Alhamdulillah kalau di sini kan orang sudah pada cocok dari mulai bupati, orang buat konten, sampai yang dari luar kota sudah pada ke sini," pungkas Toto dengan nada syukur.
Bagi Anda yang penasaran mencicipi kelezatan legendaris ini, Ayam Ilham Jaya siap melayani mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Cirendang arah Gunung Keling, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan. Sebuah tempat di mana kerja keras dan rasa bertemu dalam satu piring hangat.
Toto, pemilik usaha Ayam Goreng Ilham Jaya Kuningan. (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar) |


