Uniknya Kebab Takoyaki, Perpaduan Citarasa Jepang dan Timur Tengah

Uniknya Kebab Takoyaki, Perpaduan Citarasa Jepang dan Timur Tengah

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 13:00 WIB
Kebab takoyaki yang punya rasa yang unik
Kebab takoyaki yang punya rasa yang unik (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

Tak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati rasa gurih umami khas takoyaki. Kini, cita rasa yang identik dengan jajanan Negeri Sakura itu hadir di Bandung dalam bentuk yang tak biasa, yakni dibalut tortilla layaknya kebab.

Sekilas, tampilannya memang seperti kebab pada umumnya. Namun begitu digigit, saus takoyaki yang gurih langsung memenuhi mulut. Aroma dan rasa katsuobushi terasa cukup dominan sehingga memberikan sensasi seolah sedang menyantap takoyaki versi "pipih".

Di dalamnya, terdapat isian daging ayam yang melimpah dengan saus teriyaki, bawang bombai bakar, saus takoyaki, dan taburan katsuobushi. Cita rasa Jepang dan Timur Tengah berpadu pas dalam seporsi menu yang dinamai Chicken Takoyaki Kebab tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inovasi ini merupakan menu seasonal terbaru dari Kabobs Premium Kebab. Berbeda dengan kebab yang selama ini identik dengan daging sapi dan saus mayones, menu baru ini mencoba menghadirkan karakter rasa melalui perpaduan kuliner Jepang dan Timur Tengah.

Owner Kabobs Premium Kebab, Emil Zam Harira mengatakan, menu kuliner Jepang dipilih karena sudah sangat akrab dengan lidah masyarakat Indonesia. Di sisi lain, timnya juga ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar berbeda dari menu-menu sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Salah satunya karena kuliner Jepang sudah sangat dikenal di Indonesia. Selain itu, kami memang mencari sesuatu yang benar-benar berbeda," ungkap Emil saat ditemui di outlet Kabobs mal Paris Van Java Bandung, Sabtu (11/7/2026).

Selama ini, ia memaparkan, katsuobushi sudah sangat identik dengan sajian takoyaki. Ia pun merasa tertantang untuk dapat memadukan elemen khas kudapan Jepang tersebut ke dalam sebuah kebab.

"Setelah beberapa bulan melakukan riset dan pengembangan, ternyata rasanya sangat cocok," tuturnya.

Proses riset tersebut akhirnya melahirkan Chicken Takoyaki Kebab yang menghadirkan perpaduan rasa gurih, umami, dan sedikit smoky dalam satu gigitan. Katsuobushi menjadi elemen yang cukup menonjol, terutama dari aromanya.

Meski menggunakan nama takoyaki, Emil menegaskan bahwa menu tersebut bukan berarti menghadirkan takoyaki berbentuk bulat ke dalam tortilla.

"Kalau mendengar takoyaki, orang biasanya membayangkan bentuknya bulat. Di menu ini tentu tidak ada bentuk bulat seperti itu. Kami menggunakan nama takoyaki karena memakai saus dan topping yang biasa digunakan pada takoyaki, yaitu saus takoyaki dan katsuobushi," jelasnya.

Menurutnya, penggunaan katsuobushi juga menjadi salah satu faktor yang membuat menu tersebut memiliki karakter berbeda dibanding kebab pada umumnya. Kondimen berupa serutan ikan cakalang tersebut memiliki aroma asap yang menggugah selera.

"Katsuobushi merupakan hasil olahan ikan yang melalui proses pengasapan cukup lama. Jadi selain menghadirkan rasa smoky dari kebabnya, ada juga rasa smoky dari katsuobushi. Kombinasi itu membuat menu ini menjadi sesuatu yang benar-benar baru dari kami," tambah Emil.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Chicken Takoyaki Kebab merupakan bagian dari menu seasonal alias musiman yang sudah menjadi tradisi perusahaan setiap tahunnya. Menu seasonal menjadi cara perusahaan memberikan penyegaran sekaligus menawarkan pengalaman baru bagi pelanggan.

"Kabobs setiap tahun selalu menghadirkan menu seasonal sebagai bentuk refreshment. Setelah sebelumnya kami menghadirkan Kebab Rendang, sekarang kami ingin membawa sentuhan Jepang," ujar Emil.

Selain dari rasa dan saus, perubahan juga terlihat dari pilihan protein yang digunakan. Jika sebelumnya protein dalam kebab Kabobs identik dengan daging sapi, kali ini daging ayam menjadi unggulan.

"Kali ini kami menggunakan chicken. Alasannya, kami juga ingin memberikan varian atau pilihan lain untuk konsumen Kabobs," katanya.

Peach Kresso Jadi Pelengkap

Tak hanya menghadirkan menu utama baru, Kabobs juga meluncurkan dessert seasonal bernama Peach Kresso.

Menu ini berupa tortilla goreng dengan isian vla rasa peach. Berbeda dengan dessert yang cenderung memiliki rasa manis kuat, Peach Kresso justru lebih menonjolkan sensasi creamy.

Rasa manisnya terasa ringan sehingga tidak meninggalkan sensasi "giung" di mulut. Sementara itu, hint rasa buah persik baru muncul di bagian akhir sehingga memberikan penutup yang segar.

"Cresso itu dessert yang sudah cukup lama kita jual, tapi sekarang ada tambahan rasa baru peach ini. Ada rasa buah peach yang creamy, manis, tapi tetap ada sentuhan masamnya," paparnya.

Inovasi Jadi Strategi

Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, Emil mengaku Kabobs memilih fokus menghadirkan inovasi produk dibanding mengandalkan promosi besar-besaran. Menu seasonal dikeluarkan setiap empat bulan sekali.

"Kalau dari sisi pemasaran, kami memang jarang mengadakan promo besar. Salah satu strategi kami adalah tetap menghadirkan inovasi melalui menu baru agar Kabobs tetap eksis. Karena itu, sekitar setiap empat bulan sekali kami selalu mengeluarkan menu seasonal baru," katanya.

Ia menambahkan, seluruh proses pengembangan produk dilakukan oleh tim R&D internal yang telah bersama Kabobs sejak awal berdiri. Tim tersebut dinilai memahami karakter rasa Kabobs sehingga mampu menghadirkan menu baru tanpa menghilangkan identitas merek.

"Sejak awal berdiri, tim ini sudah bersama kami. Sehingga sudah sangat paham karakter rasa Kabobs dan produk seperti apa yang paling cocok untuk dikembangkan," tutupnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads