Benarkah Makanan Pedas Bisa Bikin Panjang Umur? Ini Hasil Risetnya

Kabar Internasional

Benarkah Makanan Pedas Bisa Bikin Panjang Umur? Ini Hasil Risetnya

Sonia Basoni - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 05:00 WIB
Ilustrasi makan pedas
Ilustrasi makan pedas (Foto: Getty Images/hxyume)
Jakarta -

Makanan pedas kerap dicap sebagai pemicu gangguan pencernaan, mulai dari sakit perut hingga masalah lambung. Namun, sejumlah penelitian justru menemukan sisi lain dari kebiasaan mengonsumsi cabai. Dalam jumlah yang wajar, makanan pedas dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah.

Meski hubungan tersebut belum membuktikan adanya sebab-akibat secara langsung, para peneliti menemukan kaitan antara konsumsi cabai dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Melansir detikFood, salah satu senyawa yang diduga berperan adalah capsaicin, zat yang memberikan sensasi pedas pada cabai. Senyawa ini telah lama menjadi perhatian para ilmuwan karena dinilai memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk potensi mendukung usia yang lebih panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Chinese Medical Journal pada 2025 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan pedas sedikitnya satu kali dalam sepekan memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit pembuluh darah dibandingkan mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah mengonsumsinya.

ADVERTISEMENT

Temuan tersebut memperkuat hasil sejumlah penelitian sebelumnya yang juga mengaitkan konsumsi cabai dengan manfaat kesehatan.

Penelitian yang dilakukan Larner College of Medicine, University of Vermont, pada 2017 menunjukkan bahwa masyarakat Amerika Serikat yang rutin mengonsumsi cabai merah pedas memiliki risiko kematian 13 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Hasil serupa juga diperoleh dari analisis yang dipresentasikan dalam American Heart Association Scientific Sessions pada 2020. Penelitian yang melibatkan lebih dari 570.000 peserta itu menemukan bahwa konsumsi cabai secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 25 persen.

Tak hanya itu, penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa kelompok yang rutin mengonsumsi cabai memiliki risiko kematian secara keseluruhan 25 persen lebih rendah.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil-hasil tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan membuktikan bahwa makanan pedas secara langsung membuat seseorang hidup lebih lama. Berbagai faktor lain, seperti pola makan secara keseluruhan dan gaya hidup, tetap memiliki peran besar terhadap kesehatan seseorang.

Dikutip dari Mayo Clinic, capsaicin diketahui dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori sekaligus mengurangi peradangan ringan yang berkaitan dengan kesehatan jantung. Sejumlah penelitian juga menunjukkan senyawa tersebut berpotensi memperbaiki beberapa faktor risiko pada orang dengan kadar kolesterol HDL yang rendah.

"Cabai memiliki banyak manfaat yang berpotensi memperpanjang usia dan dapat dimasukkan ke dalam berbagai jenis hidangan. Capsaicin pada cabai telah terbukti dalam berbagai penelitian memiliki sifat antibakteri, antikanker, dan antidiabetes. Selain itu, senyawa ini juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol pada individu dengan obesitas," ujar Dr. Philip Goglia, ahli nutrisi terkemuka di California.

Artikel ini sudah tayang di detikFood, selengkapnya di sini



(sob/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads