Kabar Kuliner

Asal-usul Matcha, Ternyata Bukan dari Jepang

Riska Fitria - detikJabar
Minggu, 12 Jul 2026 07:00 WIB
Ilustrasi matcha (Foto: Getty Images/JackBuu)
Bandung -

Meskipun saat ini identik dengan Negeri Sakura, bubuk teh hijau berkhasiat ini sebenarnya memiliki rekam jejak historis yang panjang di daratan Asia lain sebelum akhirnya mendunia.

Kini, racikan teh hijau ini hampir selalu bisa ditemukan di daftar menu kedai kopi kekinian. Kombinasi cita rasanya yang unik serta khasiatnya yang melimpah bagi tubuh menjadi alasan mengapa minuman ini kian digandrungi.

Asumsi masyarakat selama ini kerap keliru dengan menganggap Jepang sebagai tanah kelahiran teh ini. Faktanya, dokumen sejarah membuktikan bahwa teknik pembuatan bubuk teh hijau ini sudah diciptakan di Tiongkok ratusan tahun sebelumnya.

Transformasi teh ini dari sekadar tradisi kuno di Tiongkok hingga menjadi tren global menyimpan narasi yang memikat. Berikut adalah kilas balik sejarah dan silsilah lahirnya teh hijau bubuk yang menarik untuk Anda pelajari.

Dikutip dari South China Morning Post (18/6) berikut faktanya:

1. Matcha Berasal dari China

Sejarah matcha dimulai berabad-abad di China sebelum dikenal di Jepang. Namun perjalanan panjang itu kini jarang diketahui.

Jepang kemudian menyempurnakan tradisi minum matcha. Karena itu, banyak orang mengira asalnya memang dari Negeri Sakura.

2. Cikal Bakal Matcha sejak Dinasti Tang

Pada masa Dinasti Tang (618-907), daun teh dikukus lalu dipadatkan menjadi balok. Cara ini memudahkan penyimpanan dan perdagangan.

Saat akan diminum, balok teh digiling menjadi bubuk. Bubuk itu kemudian direbus bersama air panas.

Kala itu teh lebih sering dipakai sebagai minuman kesehatan. Tak sedikit yang menambahkan garam atau rempah ke dalamnya.

Ilustrasi teh hijau atau matcha Foto: Pixabay/dungthuyvunguyen

3. Dinasti Song Melahirkan Matcha Modern

Memasuki Dinasti Song (960-1279), cara mengolah teh berubah. Daun teh dikukus, dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk halus.

Bubuk teh dimasukkan ke mangkuk dan disiram air panas. Setelah itu teh dikocok hingga menghasilkan busa lembut.

Teknik tersebut sangat mirip dengan penyajian matcha saat ini. Karena itu, banyak sejarawan menyebut masa ini sebagai awal matcha modern.




(raf/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork