Menyesap Matcha Autentik Jepang di Sudut Pasar Cihapit

Menyesap Matcha Autentik Jepang di Sudut Pasar Cihapit

Firyal Hanan Maulida - detikJabar
Minggu, 05 Apr 2026 09:00 WIB
Kedai milik Arin di Pasar Cihapit.
Kedai milik Arin di Pasar Cihapit. (Foto: Firyal Hanan Maulida)
Bandung -

Pasar Cihapit tidak pernah kehabisan cara untuk mengejutkan pancaindra. Menginjakkan kaki di sini bukan lagi sekadar urusan belanja kebutuhan pokok, melainkan perjalanan rasa. Di salah satu sudut kiosnya, pengunjung akan menemukan sebuah ruang kecil yang mendedikasikan diri pada kesempurnaan seduhan daun teh.

Di balik meja seduh itu, ada Arin, sosok di balik toko teh yang kini menjadi primadona tersembunyi di dalam Pasar Cihapit. Perjalanan Arin dimulai sejak tahun 2019. Meski banyak orang datang demi segelas matcha yang kental dan pekat, Arin tidak membatasi dirinya. Ia mengkurasi berbagai jenis teh berkualitas dengan rentang harga mulai dari Rp50.000, menciptakan sebuah ekosistem bagi para pencinta teh untuk mengeksplorasi rasa di luar kebiasaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang membuat kedai teh milik Arin berbeda dari kafe-kafe kekinian yang menjamur di sudut kota? Jawabannya ada pada kejujuran dan dinamisme produk. Arin memahami bahwa penikmat teh masa kini jauh lebih kritis terhadap apa yang mereka konsumsi.

"Nah, mungkin yang paling membedakan pertama, kita dari awal jualan itu fokus pake brand dari Jepang. Dan, kita selalu kasih tahu nama mereknya apa, variannya apa, jadi seandainya pembelinya suka dengan matcha yang dibeli, dia tahu, oh saya lagi beli matcha yang dari merek anu yang variannya itu," ujar Arin saat berbincang dengan detikJabar.

ADVERTISEMENT

Keunikan lainnya terletak pada deretan produk yang tidak pernah statis. Arin memilih untuk melakukan rotasi berdasarkan stok terbaik yang ia miliki. Stok ini bisa berubah dalam hitungan minggu, bahkan tiga hari sekali. Hal ini memberikan elemen kejutan bagi pelanggan setia; setiap kunjungan bisa menjadi pengalaman rasa yang baru.

"Kita ada menu matcha tanpa susu yang tradisional Jepang. Itu namanya menunya Usucha dan Koicha. Saya rasa belum banyak yang jualnya dalam format itu, karena memang realita di lapangan saat ini mayoritas tuh lebih suka matchanya pakai susu. Tapi kalau mau coba matcha tanpa susu yang hanya pakai air, yang dibuat secara tradisional, dan kita kejar seperti di negara asalnya, bisa datang ke sini," tambahnya.

Komitmen pada Orisinalitas Seduhan

Bagi Arin, menyeduh teh bukan sekadar mencampur air panas dengan bubuk atau daun. Ini adalah sebuah bentuk penghormatan terhadap budaya asal teh tersebut. Ia memegang teguh prinsip untuk menyajikan teh sesetia mungkin dengan tradisi di negara asalnya.

"Misalnya kalau teh Cina, Chinese tea yang kita punya, kita pengen menyeduhnya seperti di sana. Kalau matcha pun kita pengennya sedekat mungkin dengan budaya yang ada di Jepang. Jadi pasti nggak akan persis sama, tapi kita usahakan cara kita menyeduh, cara kita memperlakukan tehnya itu, matchanya seperti di sana," jelasnya.

Pendekatan ini membuat pengunjung tidak hanya sekadar minum, tapi juga belajar. Menonton Arin menggunakan chasen (pengaduk bambu) untuk membuihkan matcha adalah sebuah pertunjukan seni yang meditatif di tengah suasana pasar yang organik.

Di tengah tren minuman yang sarat akan sirup dan pemanis buatan, Arin mengambil langkah berani dengan tidak memberlakukan standar penggunaan gula.

Sejak awal berdiri, toko teh ini memposisikan gula sebagai pilihan, bukan keharusan.

"Kita kalau soal gula, standarnya memang tidak ada gula di awal. Jadi kita pasti selalu tanya orangnya mau pakai gula atau nggak. Kalaupun misalnya dia mau pakai gula, less sugar atau mau normal," kata Arin.

Ia juga cukup berhati-hati dalam menggunakan label 'minuman sehat', meskipun teh hijau dikenal kaya akan antioksidan. Baginya, manfaat kesehatan adalah bonus dari penanganan bahan baku yang benar.

"Kita tidak menjual, ini minuman sehat nggak, karena kesehatan itu pasti beda-beda ke setiap orang. Cuma kita percaya kalau bahan bakunya bagus, penanganannya betul, itu pasti ada manfaatnya buat badan." tambahnya.

Pasar Cihapit kini telah bertransformasi menjadi ruang kreatif di mana setiap sudutnya memiliki karakter kuat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Arin. Berada di lingkungan yang kompetitif secara visual dan konsep menuntutnya untuk terus menjaga relevansi kiosnya agar tetap dilirik oleh pengunjung yang datang.

Setiap kios di pasar ini seolah berlomba menunjukkan estetikanya sendiri. Namun, Arin melihat ini sebagai dorongan untuk tetap konsisten pada identitas kedainya.

"Tantangan berjualan sejauh ini bagaimana tempatnya bisa terlihat atau menarik bagi semua orang, karena setiap kios yang ada di pasar Cihapit bagus dan unik," pungkas Arin.

Keberadaan toko Arin di Pasar Cihapit adalah bukti bahwa tradisi bisa bersanding manis dengan modernitas. Di antara deretan kios unik lainnya, wangi matcha autentik ini akan terus memanggil siapa pun yang merindukan ketenangan dalam secangkir teh.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads