Meskipun saat ini identik dengan Negeri Sakura, bubuk teh hijau berkhasiat ini sebenarnya memiliki rekam jejak historis yang panjang di daratan Asia lain sebelum akhirnya mendunia.
Kini, racikan teh hijau ini hampir selalu bisa ditemukan di daftar menu kedai kopi kekinian. Kombinasi cita rasanya yang unik serta khasiatnya yang melimpah bagi tubuh menjadi alasan mengapa minuman ini kian digandrungi.
Asumsi masyarakat selama ini kerap keliru dengan menganggap Jepang sebagai tanah kelahiran teh ini. Faktanya, dokumen sejarah membuktikan bahwa teknik pembuatan bubuk teh hijau ini sudah diciptakan di Tiongkok ratusan tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Transformasi teh ini dari sekadar tradisi kuno di Tiongkok hingga menjadi tren global menyimpan narasi yang memikat. Berikut adalah kilas balik sejarah dan silsilah lahirnya teh hijau bubuk yang menarik untuk Anda pelajari.
Dikutip dari South China Morning Post (18/6) berikut faktanya:
1. Matcha Berasal dari China
Sejarah matcha dimulai berabad-abad di China sebelum dikenal di Jepang. Namun perjalanan panjang itu kini jarang diketahui.
Jepang kemudian menyempurnakan tradisi minum matcha. Karena itu, banyak orang mengira asalnya memang dari Negeri Sakura.
2. Cikal Bakal Matcha sejak Dinasti Tang
Pada masa Dinasti Tang (618-907), daun teh dikukus lalu dipadatkan menjadi balok. Cara ini memudahkan penyimpanan dan perdagangan.
Saat akan diminum, balok teh digiling menjadi bubuk. Bubuk itu kemudian direbus bersama air panas.
Kala itu teh lebih sering dipakai sebagai minuman kesehatan. Tak sedikit yang menambahkan garam atau rempah ke dalamnya.
Ilustrasi teh hijau atau matcha Foto: Pixabay/dungthuyvunguyen |
3. Dinasti Song Melahirkan Matcha Modern
Memasuki Dinasti Song (960-1279), cara mengolah teh berubah. Daun teh dikukus, dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk halus.
Bubuk teh dimasukkan ke mangkuk dan disiram air panas. Setelah itu teh dikocok hingga menghasilkan busa lembut.
Teknik tersebut sangat mirip dengan penyajian matcha saat ini. Karena itu, banyak sejarawan menyebut masa ini sebagai awal matcha modern.
4. Matcha Pernah Jadi Bagian Budaya Elite China
Pada masa Dinasti Song, minum matcha menjadi budaya bangsawan. Para biksu Buddha juga menjadikannya bagian dari ritual.
Ada tradisi adu mengocok teh untuk menghasilkan busa terbaik. Bahkan muncul seni menghias permukaan teh sebagai cikal bakal latte art.
Tradisi minum bubuk teh berkembang pesat di China. Dari sinilah budaya tersebut kemudian menyebar ke Jepang.
5. Mengapa Matcha Identik dengan Jepang
Seorang biksu Buddha membawa tradisi minum bubuk teh ke Jepang. Di sana, tekniknya terus dikembangkan selama berabad-abad.
Sementara itu, Dinasti Ming (1368-1644) menghentikan penggunaan teh padat. Masyarakat beralih ke teh daun yang diseduh langsung.
Sejak saat itu budaya matcha perlahan menghilang di China. Jepang justru mempertahankan dan memperkenalkannya ke seluruh dunia.
Artikel ini telah tayang di detikFood.

