Bagi Anda yang melintasi jalur Bogor-Ciawi-Sukabumi, atau Cianjur-Sukabumi, perjalanan menuju Sukabumi bukan hanya soal sampai ke tujuan, tetapi juga kesempatan menikmati kekayaan kuliner khas daerah tersebut.
Sukabumi selama ini dikenal luas dengan mochi sebagai oleh-oleh legendaris yang hampir selalu diburu wisatawan maupun pemudik. Tekstur kenyal dengan isian kacang yang manis memang sudah menjadi ciri khas yang melekat pada kota ini. Tidak heran jika banyak orang yang menjadikan mochi sebagai buah tangan wajib ketika singgah di Sukabumi.
Namun sebenarnya, kekayaan kuliner Sukabumi tidak berhenti pada mochi saja. Kota dan Kabupaten Sukabumi memiliki beragam makanan tradisional lain yang tak kalah menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Sebagian di antaranya bahkan sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan tetap bertahan hingga kini karena cita rasanya yang khas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kuliner tersebut dibuat dari bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan di wilayah Sukabumi, mulai dari hasil pertanian hingga olahan tradisional masyarakat setempat. Rasa autentik inilah yang membuat makanan-makanan tersebut memiliki karakter kuat dan berbeda dari daerah lain di Jawa Barat.
Jika biasanya keranjang oleh-oleh detikers hanya berisi mochi, mudik Lebaran 2026 bisa menjadi kesempatan untuk mencoba kuliner khas Sukabumi lainnya yang tak kalah lezat. Berikut empat kuliner legendaris Sukabumi selain mochi yang layak detikers bawa pulang sebagai oleh-oleh.
4 Kuliner Legendaris Sukabumi Selain Mochi
1. Sate Aci
Sate Aci adalah kuliner sederhana namun sangat digemari. Sate Aci biasa disingkat penyebutannya oleh warga lokal sebagai 'Teci'. Terbuat dari adonan tepung tapioka (aci) yang kenyal, ditusuk layaknya sate, lalu disiram dengan bumbu kacang kental yang pedas manis.
Orang sering menyebutnya Sate Kikil KW karena teksturnya mirip sate kikil. Dikutip dari akun YouTube Dapur Mama Lula, proses pembuatan sate ini tergolong sederhana.
Tepung tapioka dan tepung terigu dibuat adonan dengan campuran air dan sejumlah bumbu. Setelah jadi, adonan dibuat bagian sebesar genggaman tangan, lalu dikukus.
Setelah matang dengan tekstur yang lebih padat dan kenyal, adonan itu dipotong-potong selayaknya potongan daging untuk sate, lalu ditusuk. Setelah selesai, adonan diberi bumbu lagi lalu dibakar hingga dirasa matang. Sebagai pamungkas, sate disiram saus kacang.
Kudapan ini sangat cocok dinikmati hangat-hangat saat beristirahat di jalur mudik. Penjual Teci banyak ditemukan di sekitar Pasar Pelita atau pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kusumah Atmaja, Kota Sukabumi. Harganya berkisar Rp1.000 per tusuk.
2. Deblo
Deblo adalah makanan tradisional berbahan dasar singkong yang ditumbuk halus bersama bumbu rempah seperti kunyit, daun bawang, bawang putih, dan garam, kemudian digoreng hingga kering. Makanan ini sering disebut Perkedel Singkong.
Pembuatan Deblo diawali dengan mengupas singkong hingga bersih, kemudian mencucinya sebelum dikukus selama kurang lebih 20 menit sampai teksturnya empuk. Sementara itu, bumbu seperti ketumbar, merica, bawang merah, bawang putih, dan garam dihaluskan hingga lembut. Setelah singkong matang, singkong segera diulek selagi masih panas agar lebih mudah dihancurkan dan menghasilkan tekstur adonan yang halus.
Singkong yang telah dihaluskan kemudian dicampurkan dengan bumbu yang sudah ditumbuk, ditambah dua butir telur serta sedikit kaldu bubuk untuk memperkaya rasa. Semua bahan diaduk hingga tercampur rata, lalu adonan dibentuk bulat-bulat menyerupai perkedel. Setelah itu, adonan digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecokelatan dan matang sempurna, menghasilkan perkedel singkong yang gurih dengan tekstur renyah di bagian luar dan lembut di dalam.
Deblo merupakan warisan kuliner Sunda yang menjadi simbol ketahanan pangan lokal masyarakat Sukabumi. Makanan ini bisa didapat di tempat usaha milik Dede Suryadi di Gang Harapan, Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi.
3. Sagon Bakar
Berbeda dengan sagon bubuk, Sagon Bakar Sukabumi memiliki tekstur padat namun lumer di mulut ketika dikunyah. Makanan ini terbuat dari campuran kelapa parut dan tepung ketan yang dipanggang secara tradisional. Aromanya yang wangi menjadikannya oleh-oleh yang pantas dari Sukabumi.
Di antara penjaja sagon bakar adalah Toko Oleh-oleh Sagon Bakar Ciaul yang berlokasi di Jalan Ciaul Baru, Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Harga per stoples berada pada kisaran Rp24.000 hingga Rp35.000.
4. Kue Jahe
Kue Jahe atau Bangket Jahe Sukabumi dikenal dengan teksturnya yang keras namun renyah saat digigit, memberikan sensasi hangat di tenggorokan. Kue jahe berbahan dasar tepung sagu dan tentu saja, jahe. Kue ini konon sudah ada sejak era awal Republik Indonesia.
Dikutip dari berbagai sumber tips memasak, pembuatan kue jahe khas Sukabumi dimulai dengan menyangrai tepung sagu selama kurang lebih lima belas menit hingga aromanya harum. Sementara itu, jahe dihaluskan terlebih dahulu untuk mengeluarkan cita rasa pedas hangat yang menjadi ciri khas kue ini.
Jahe yang sudah halus kemudian direbus bersama gula merah dan santan selama beberapa menit hingga tercampur dan menghasilkan larutan yang harum. Setelah itu, rebusan tersebut disaring ke dalam wadah agar adonan menjadi lebih halus.
Di wadah terpisah, kuning telur, gula halus, dan margarin dikocok hingga lembut dan tercampur rata. Tepung sagu sangrai kemudian dimasukkan ke dalam adonan tersebut dan diaduk hingga merata, lalu ditambahkan larutan jahe yang telah disaring sebelumnya.
Setelah semua bahan tercampur sempurna, adonan digiling dan ditipiskan sebelum dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Adonan yang telah dicetak kemudian dipanggang dalam oven selama sekitar 20 menit hingga matang.
Kue ini sangat cocok dijadikan buah tangan untuk kerabat di perantauan karena daya tahannya yang sangat lama, yaitu bisa mencapai umur simpan 6 bulan. Harganya sekitar Rp27.000 untuk kemasan 200 gram. Kue jahe bisa didapat di sentra industri rumahan di Kecamatan Parakansalak atau toko oleh-oleh di sepanjang Jalan Ahmad Yani.











































