Cuka apel kerap dipilih sebagai minuman pendamping diet karena dipercaya membantu menurunkan berat badan dan menjaga metabolisme tubuh. Meski begitu, cara konsumsi cuka apel tidak boleh asal. Kandungan asamnya yang tinggi justru bisa menimbulkan efek samping bila diminum tanpa aturan yang tepat.
Cuka apel sendiri merupakan hasil fermentasi sari apel yang mengandung asam asetat, enzim, serta bakteri baik. Kombinasi inilah yang membuat cuka apel dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, mulai dari membantu mengontrol berat badan hingga menjaga kadar gula darah.
Cara Konsumsi Cuka Apel yang Disarankan
Cuka apel sebaiknya tidak diminum langsung. Cara paling aman adalah dengan mencampurkannya ke dalam air putih. Larutan ini membantu mengurangi rasa perih di mulut dan kerongkongan akibat sifat asam yang cukup kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa ahli gizi juga menyarankan memilih cuka apel organik yang tidak disaring dan masih mengandung "mother", yaitu endapan alami hasil fermentasi yang dipercaya mengandung bakteri baik dan enzim aktif.
Dosis Aman Minum Cuka Apel
Takaran Harian yang Dianjurkan
Dosis umum cuka apel yang dianggap aman untuk dikonsumsi berkisar antara:
- 1-2 sendok teh (5-10 ml), hingga
- 1-2 sendok makan (15-30 ml) per hari
- Takaran tersebut sebaiknya diencerkan dengan segelas air dan dibagi menjadi 2-3 kali konsumsi dalam sehari.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Disarankan untuk memulai dari dosis kecil terlebih dahulu. Konsumsi berlebihan dapat memicu erosi email gigi, iritasi lambung, hingga berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Menggunakan sedotan dan berkumur setelah minum juga bisa membantu melindungi gigi.
Manfaat Cuka Apel bagi Kesehatan
Mengutip laporan dari Healthline dan WebMD, berikut beberapa manfaat cuka apel yang telah banyak dibahas dalam studi kesehatan.
1. Membantu Menurunkan Berat Badan
Minum air cuka apel dapat memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga asupan kalori harian bisa berkurang. Sebuah penelitian tahun 2024 menunjukkan adanya penurunan berat badan, lemak tubuh, lingkar pinggang, hingga indeks massa tubuh (BMI) pada peserta yang rutin mengonsumsi cuka apel selama 12 minggu.
2. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Cuka apel diketahui dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, terutama pada pengidap diabetes tipe 2. Studi klinis tahun 2019 menunjukkan konsumsi cuka apel berdampak positif pada indeks glikemik dan stres oksidatif. Tinjauan penelitian tahun 2021 juga mencatat potensi manfaatnya terhadap kontrol glukosa darah pada orang dewasa.
3. Berpotensi Meredakan Gejala Eksim
Sebagian penderita eksim menggunakan cuka apel yang diencerkan untuk membantu menyeimbangkan pH kulit. Kulit secara alami bersifat sedikit asam, dan kondisi ini sering terganggu pada pengidap eksim. Meski demikian, penelitian menyebutkan efeknya terbatas dan pada beberapa orang justru dapat memicu iritasi.
4. Membantu Menurunkan Kolesterol
Beberapa studi menunjukkan cuka apel dapat membantu menstabilkan kadar kolesterol total, LDL, HDL, serta trigliserida. Efek ini berpotensi mendukung kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular bila dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
Artikel ini telah tayang di detikFood. Baca selengkapnya di sini.











































