Punya masalah dengan pencernaan? Boleh jadi karena kurang asupan prebiotik. Tak perlu mencari jauh-jauh, asupan prebiotik mudah ditemukan di dapur kita.
Berbagai bumbu dapur yang sehari-hari digunakan dalam masakan ternyata tidak hanya berfungsi sebagai penambah cita rasa, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan, salah satunya sebagai sumber prebiotik.
Sederhananya, selain memberikan aroma dan rasa yang lezat, bumbu dapur tertentu mengandung prebiotik, yaitu jenis serat khusus yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, namun menjadi 'makanan' utama bagi bakteri baik (probiotik) seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria. Apa saja bumbu dapur itu? Berikut ulasan mengenai bumbu dapur tersebut.
Sekilas Prebiotik
Menurut buku 'Probiotik dan Prebiotik dari Kedelai untuk Pangan Fungsional' (2019) yang ditulis oleh Salam N. Aritonang, dkk., konsep prebiotik pertama kali ditemukan dan dinamai oleh Marcel Roberfroid pada tahun 1995.
"Prebiotik didefinisikan sebagai bahan pangan yang tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan dan memberikan pengaruh menguntungkan terhadap mikroflora, dengan cara menstimulasi secara selektif satu atau lebih jenis mikroba, terutama Lactobacilli dan Bifidobacteria, yang aktivitasnya terbatas pada saluran pencernaan," tulis Aritonang dkk.
Zat ini sebenarnya mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Prebiotik banyak terdapat pada berbagai jenis sayur, buah, dan tanaman polong-polongan antara lain arcis (ercis), buncis, dan kacang polong.
Buah-buahan juga menjadi sumber prebiotik yang baik, di antaranya pisang dan kelompok berry, seperti stroberi, blueberry, cranberry, dan raspberry. Sayuran yang mengandung prebiotik antara lain asparagus serta berbagai jenis bawang, seperti bawang perai, bawang putih, dan bawang bombay.
Mengapa Prebiotik Penting?
Tanpa asupan prebiotik yang cukup, bakteri baik di usus tidak dapat berkembang biak dengan optimal. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan mikrobiota usus yang terjaga dapat meningkatkan sistem imun, memperbaiki suasana hati melalui poros usus-otak (gut-brain axis), hingga mencegah peradangan kronis.
(orb/orb)