Diet berkelanjutan tidak harus mahal atau menggunakan bahan impor. Inti pola makan ini adalah memilih bahan lokal yang padat nutrisi dengan jejak karbon minimal.
Studi berjudul 'Sustainable Diet sebagai Intervensi Pengurangan Konsumsi Fast Food Berlebihan' oleh Nadhifa Salsabillah Riyadi dkk. dalam Jurnal Flourishing (2023) menyebutkan, diet berkelanjutan mengajak individu mengonsumsi makanan beragam yang sehat bagi manusia sekaligus lingkungan.
"Diet ini mendorong individu mengonsumsi makanan beragam dengan mempertimbangkan proses pengolahan yang berdampak rendah terhadap lingkungan namun tetap memenuhi gizi," tulis jurnal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diet adalah pengaturan pola makan untuk mencapai tubuh sehat. Sementara itu, diet berkelanjutan tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga melestarikan lingkungan demi kesehatan generasi mendatang.
Mengutip studi Mark Lawrence dalam Nutrition Journal (2024) berjudul 'Fundamentals of a healthy and sustainable diet', secara historis pemahaman pola makan sehat hanya didasarkan pada kecukupan nutrisi untuk mencegah penyakit defisiensi. Studi tersebut melanjutkan, seiring perkembangan ilmu gizi, manusia menyadari adanya hubungan erat antara pola makan, kandungan nutrisi, serta frekuensi konsumsinya.
Agar tubuh tetap ternutrisi dan lingkungan lestari, kita bisa memilih bahan pangan lokal yang terjangkau. Berikut 10 daftar makanan murah dan mudah didapat:
1. Tempe dan Tahu
Ilustrasi Tahu dan Tempe Foto: Getty Images/iStockphoto/Kathleen Juanda Teo |
Kedelai sebagai sumber protein nabati jauh lebih ramah lingkungan daripada daging sapi karena hemat lahan dan air. Mengonsumsi tempe dan tahu, superfood asli Indonesia, dapat memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menjaga stabilitas lingkungan. Bayangkan jika kita bergantung sepenuhnya pada daging ternak. Lonjakan permintaan daging akan memicu perluasan peternakan yang berdampak pada perubahan lingkungan serta pencemaran air akibat limbah kotoran ternak.
2. Telur Ayam Lokal
Telur adalah sumber protein hewani dengan jejak karbon terendah. Membeli telur dari peternak lokal juga memangkas emisi gas buang dari transportasi jarak jauh. Ayam kampung memproduksi telur yang sehat karena biasanya dilepasliarkan pada siang hari untuk mencari makan di hamparan rumput dan baru kembali ke kandang saat sore hari.
3. Umbi-umbian
Sebagai pengganti nasi, umbi-umbian sangat berkelanjutan karena tahan hama dan tidak membutuhkan irigasi serumit padi. Selain itu, indeks glikemiknya lebih rendah sehingga baik untuk kadar gula darah. Mengonsumsi umbi-umbian memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibanding nasi. Ubi Cilembu, Talas Bogor, hingga singkong (Manihot esculenta) adalah pilihan lezat dan mengenyangkan.
4. Sayur Organik
Di Bukit Amal, Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur, Tarakan terdapat sentra kebun sayur yang dikelola dengan pupuk organik. Tidak hanya menawarkan udara sejuk, tempat ini juga memanjakan mata dengan panorama alam yang memukau. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan |
Sayuran hijau tumbuh cepat dan bisa ditanam di lahan sempit, bahkan melalui sistem hidroponik di rumah. Sayuran ini minim pestisida jika didapat dari petani organik lokal. Memang harganya sedikit lebih mahal. Seikat kangkung organik, misalnya, bisa dua kali lipat harga kangkung biasa. Namun, tentu ada price to pay untuk kesehatan jangka panjang.
5. Pisang
Ilustrasi makan pisang Foto: iStock |
Pisang hampir selalu tersedia sepanjang musim di Indonesia. Buah ini tidak memerlukan pengemasan plastik berlebih maupun impor, sehingga jejak karbonnya sangat kecil. Para petani lokal biasanya menanam pisang yang bisa kita beli langsung dalam kondisi segar dan alami.
6. Kacang Hijau
Kacang ini awet disimpan lama di tempat kering. Bahan pangan ini merupakan sumber serat dan protein luar biasa untuk menjaga metabolisme tubuh. Kacang hijau bisa diolah menjadi bubur, kudapan seperti dodol, atau jika memiliki waktu luang, bisa disemai menjadi taoge.
7. Ikan Air Tawar
Dibandingkan ikan laut yang terkadang ditangkap dengan metode perusak terumbu karang, budidaya ikan air tawar lokal lebih terkontrol keberlanjutannya. Ikan lele atau nila yang dibudidayakan di kolam warga dengan pakan alami seperti daun talas atau sisa makanan, jauh lebih ramah lingkungan untuk dikonsumsi.
8. Jamur Tiram
Petani memanen jamur tiram di Kasemen, Kota Serang, Banten, Selasa (10/12/2024). Budidaya jamur dengan media tanam bahan organik tersebut dapat dipanen hingga delapan ton dalam kurun waktu enam bulan dan dijual dengan harga Rp13 ribu-Rp15 ribu per kilogram. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/gp/Spt. Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar |
Jamur sering dijuluki 'daging masa depan'. Tanaman ini tumbuh dari limbah organik seperti serbuk kayu dan tidak butuh lahan luas, menjadikannya pilihan pangan paling efisien secara ekologis.
9. Pepaya
Buah ini sangat mudah tumbuh di pekarangan rumah. Pepaya kaya akan enzim pencernaan dan vitamin C, menjadikannya buah rendah biaya dengan manfaat tinggi.
10. Kelapa
Kelapa adalah tanaman serbaguna. Air kelapa merupakan elektrolit alami terbaik yang jauh lebih sehat dan berkelanjutan daripada minuman energi dalam kemasan pabrik. Daging kelapa muda cocok disantap langsung atau dijadikan kudapan dengan campuran gula merah cair (uwedet). Sementara kelapa tua bisa diparut untuk diambil santannya.
Itulah 10 makanan untuk diet berkelanjutan. Mudah didapat dan murah, bukan? Menurut detikers, makanan apa lagi yang cocok masuk dalam daftar ini?















































