Perbedaan Yoghurt dan Kefir, Mana Lebih Baik untuk Pencernaan?

Jilan Salsabila - detikJabar
Senin, 29 Des 2025 05:00 WIB
Ilustrasi yogurt (Foto: Istock)
Bandung -

Yoghurt dan kefir adalah dua minuman fermentasi yang terlihat sama, padahal keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Mengonsumsi yoghurt dan kefir berkontribusi pada kesehatan, terutama untuk menjaga sistem pencernaan agar tetap bekerja dengan baik.

Kedua produk tersebut dibuat melalui proses fermentasi susu yang menghasilkan rasa asam segar dan mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, meskipun berasal dari bahan yang mirip, yoghurt dan kefir memiliki perbedaan dari segi tekstur, rasa, serta jumlah probiotik yang terkandung di dalamnya.

Perbedaan Yoghurt dan Kefir

1. Pembuatan: Keduanya sama-sama berbahan dasar susu yang difermentasi, namun terdapat perbedaan pada proses pembuatannya. Cara fermentasi kedua produk tersebut berbeda. Dalam pembuatan kefir, digunakan ragi (biji kefir) serta berbagai jenis bakteri. Yoghurt hanya menggunakan bakteri, tanpa penambahan ragi sama sekali.

Selain itu, terdapat perbedaan durasi pembuatan kedua produk tersebut. Mengutip laman Foodie, kefir difermentasi selama 14 hingga 18 jam setelah proses pasteurisasi, sedangkan yoghurt difermentasi selama dua hingga empat jam.

2. Rasa: Keduanya memiliki rasa asam. Namun, kefir memiliki rasa yang lebih asam dan tajam dibandingkan yoghurt yang lembut.

3. Tekstur: Yoghurt memiliki tekstur lebih kental, sebab protein dalam susu menggumpal saat difermentasi oleh asam laktat. Kefir memiliki tekstur lebih cair. Sebab, selama fermentasi, ragi ditambahkan yang menghasilkan gas karbon dioksida.

4. Nutrisi: Kefir memiliki kandungan probiotik lebih tinggi dibandingkan yoghurt, karena penambahan biji kefir ke dalam susu selama fermentasi. Selain itu, kandungan protein pada kefir juga lebih tinggi dari yoghurt.




(iqk/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork