Mencicipi Lemang, Kuliner Ketan Khas Padang yang Gurih

Cornelis Jonathan Sopamena - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 12:30 WIB
Lemang, Kuliner Ketan Khas Padang yang Gurih
Foto: Cornelis Jonathan Sopamena
Bandung -

Menyusuri Jalan Citarum dengan segala jajanannya memang menyenangkan. Berbagai tempat makan tenda dengan aneka menu pun dapat dijajal di sini.

Salah satu yang sering mengundang perhatian adalah kuliner khas padang, Lemang. Kepulan asap yang terbentuk dari batok kelapa yang dibakar menghasilkan aroma yang khas. Deretan bambu aneka ukuran pun dijajarkan di atas bakaran yang sesekali disiram dengan air.

Lemang, Kuliner Ketan Khas Padang yang GurihLemang, Kuliner Ketan Khas Padang yang Gurih Foto: Cornelis Jonathan Sopamena

Menjadi kuliner yang khas dengan cocolan tapai ketan hitamnya, Lemang Ajo ini menjual tapai tersebut secara terpisah. Salah satu ojek online yang rutin nongkrong di tempat ini, Abdul (42) turut menjelaskan lemang yang dijual di tempat tersebut sudah menyesuaikan dengan selera orang Sunda.


"Sebenernya ciri khas padang, kalau makan lemang, cocolannya tuh pakai tapai ketan hitam. Jadi istilahnya mah makan barengnya sama itu (tapai ketan hitam). Cuma kalau lidah Sunda kan beda, jadi lemang ya lemang aja, kalau itu ya itu aja. Jadi ini mah ciri khas Sumatra, Padang lah gitu," ujar Abdul pada detikJabar di lokasi, Kamis (11/8/2022).

Meski tidak ikut berjualan lemang, Abdul mengaku hafal seluk-beluk Lemang Ajo ini karena sering menunggu pesanan ojol di tempat tersebut. "Karena saya senang nongkrong disini, jadi saya suka nanya-nanya ini ke Aa nya," pungkas Abdul sembari sesekali mengecek ponselnya, menanti orderan yang tak kunjung datang.

Uniknya, karyawan Lemang Ajo, Luki (21) tidak pernah mengetahui resep dan cara membuat lemang tersebut. Sebab, tugasnya hanya untuk mengasapi, menyajikan, dan menjual kuliner Padang yang dibalut bambu tersebut.

"Kalau yang punyanya mah kerja. Jadi resepnya ga pernah ada yang dikasih tau juga. Kalau jualannya di sini mah cuman diasapin aja, tapi kalau untuk bikin dan masukin-masukinnya mah ngga tau. Jadi dateng ke sini itu bentuknya udah dalam bambu-bambu gini," ujar Luki.

Di tempat asalnya, lemang biasa disantap bersama dengan tapai ketan hitam. Untuk menyesuaikan dengan lidah orang Sunda, Lemang Ajo pun menyajikan lemang dengan serundeng kelapa. Serundeng tersebut pun diberikan secara gratis setiap ada yang memesan lemang.

Harga lemang yang ditawarkan pun bervariatif, mulai dari Rp30.000 sampai Rp70.000. Karena cukup padat, lemang ini dapat menjadi santapan berat, bukan hanya sekadar kudapan. Selain itu, Luki juga menjual tapai ketan hitam yang dibanderol Rp20.000 per wadahnya.

"Lemang harganya ada yang 30 (ribu), ada yang 35 (ribu), yang 70 (ribu) juga ada. Bedanya di diameternya. Kalau ketan hitamnya itu nggak termasuk, itu Rp 20 ribu. Kalau yang beli lemang ini nanti dapet gratisnya si serundengnya. Jadi di sini tuh jualan lemang sama tapai," tutur pria muda tersebut.

Proses memasak lemang ini pun tergolong lama. Dibutuhkan 7 jam hingga lemang sudah siap untuk diasapi. Menurut Luki, terdapat dua alasan kuliner khas Padang tersebut diasapi. Selain itu, ia juga sesekali menyiramkan air putih ke batok kelapa yang digunakan untuk mengasapi lemang.

"Jadi diasap teh pertama untuk dihangatkan, kedua supaya ada ciri khas wangi asap-asapnya. Ini kan ciri khasnya batok kelapa, dan emang ga boleh diubah. Itu (disiram) air putih biasa, biar ga kering dan keluar terus asapnya," ujar Luki.

Ketan yang menjadi bahan utama pembuatan lemang tersebut dibalut dengan daun pisang, lalu kemudian disimpan dalam bambu. "Itu bambu tuh wadahnya, nanti dibuka trus dipotong-potong," katanya.

Lemang tersebut memiliki tekstur lembut dan cukup kenyal, agak mirip dengan lemper. Namun, lemang tidak memiliki isian. Cita rasanya sedikit gurih dan manis khas ketan. Untuk cocolan serundengnya terbuat dari kelapa dengan rasa gurih dan sedikit manis, mirip dengan serundeng yang menjadi topping ketan bakar. Daya pikat utama dari lemang tersebut adalah wanginya yang langsung menyerbak, terutama saat dikunyah.

Sebelumnya, Luki pernah menjual ini di Dago dan Arcamanik. Namun, dirinya sempat diusir oleh Satpol PP kala masih berjualan di dekat SPORT Jabar, Kecamatan Arcamanik. Kini, Luki sudah berjualan selama nyaris tiga tahun di Jalan Citarum.

"Saya dulu pernah jualan di Dago sekitar 3 bulan, lalu ke Arcamanik situ dipinggirnya Sport Jabar. Karena dulu mah diusir Satpol PP lah pas di Arcamanik situ, karena kan dulu memang lagi musim Covid gitu, jadi disuruh pindah (jualannya)," ucapnya.

Lemang Ajo ini dapat ditemukan setiap harinya di Jalan Taman Citarum Nomor 2, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung dari jam 09.00 sampai 17.00 WIB. Selain itu, Luki juga dapat menerima pesanan.

"Bukanya tiap hari, saya kan jauh nih jaraknya dari Cimahi, jadi ini baru ready jam 9, (kalau) tutupnya jam 5. Saya juga terima pesanan di nomor 0812-7899-5804," pungkasnya.



Simak Video "Surga Kuliner Kaki Lima di Belakang Grand Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(tey/tey)