Menelisik Sejarah Docang Kuliner Khas Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 08:30 WIB
Docang khas Cirebon
Docang, makanan khas Cirebon. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Docang merupakan salah satu sajian kuliner khas Cirebon, yang legendaris. Konon, makanan berkuah dengan cita rasa gurih ini telah ada sejak era Wali Songo.

Dikutip dari laman resmi Disbudpar Kota Cirebon, disebutkan jika makanan ini mulai dikenal sejak abad ke-15. Dalam sejarahnya, makanan ini awalnya dibuat sekelompok orang yang tidak menyukai kegiatan dakwah Islam yang dilakukan Wali Songo. Sehingga mereka membuat makanan yang di dalamnya mengandung racun.

Namun, saat dihidangkan kepada Wali Songo yang sedang berkumpul di Mesjid Agung Sang Cipta Rasa, racun yang dicampurkan ke dalam makanan tersebut tidak bereaksi atau tidak berpengaruh. Malah sebaliknya, setelah memakan hidangan itu, para Wali Songo justru menyukainya.


Nama docang sendiri merupakan singkatan dari godogan kacang yang berarti air rebusan kacang yang dihaluskan. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa docang ini berasal dari bahasa Cirebon yang merupakan singkatan dari bodo (baceman) dari oncom dan kacang hijau yang dijadikan tauge.

Seiring berjalannya waktu, docang semakin populer dan dapat kita temukan di sekitar wilayah Cirebon hingga saat ini.

Docang sendiri adalah makanan khas Cirebon yang terdiri dari potongan lontong, irisan sayur-sayuran dan parutan kelapa. Semua bahan yang telah tercampur tadi kemudian disiram dengan kuah yang terbuat dari campuran oncom.

Beberapa sayur-sayuran yang terdapat pada docang antara lain daun singkong, duan pepaya dan tauge yang sebelumnya sudah direbus. Tidak ketinggalan, dalam penyajiannya docang selalu dihidangkan dengan remasan kerupuk putih.

Di Cirebon sendiri, docang umumnya dijadikan sebagai menu sarapan pagi. Meski begitu, tidak jarang juga dapat ditemukan para penjual docang yang biasa berjualan siang hingga malam hari.

Salah satu penjual docang yang biasa berdagang pagi hingga malam hari adalah Docang Wiwi. Nama Docang Wiwi sendiri diambil dari nama sang pemilik, yaitu Wiwi (60). Hingga saat ini, ia sudah berjualan Docang lebih dari 30 tahun.

Di tempat Wiwi, satu porsi docang dijual Rp12 ribu. Sementara jika ingin mendapat tambahan satu piring kerupuk, pelanggan cukup mengeluarkan uang Rp5 ribu.

Bagi yang penasaran dengan cita rasa docang khas Cirebon, bisa datang langsung ke tempat penjualnya, yaitu Docang Wiwi. Lokasinya berada di Jalan Kesambi Raya, Kota Cirebon, Jawa Barat. Jika dari Stasiun Prujakan, tempat penjual Docang ini hanya berjarak kurang dari 1 Kilometer.

(orb/orb)