Wisata Kuliner Cuanki, Pelipur Lapar di Kala Malam Kota Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 09 Agu 2022 11:32 WIB
Cuanki di Jalan Diponegoro, Kota Bandung
Cuanki di Jalan Diponegoro, Kota Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Suara mesin kendaraan menderu memecah keheningan malam di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Di sepanjang pedestarian Gedung Geologi hingga Masjid Pusdai puluhan penjual cuanki setia menunggu pembeli yang menghampiri.

Tikar dari plastik terpal digelar untuk digunakan pembeli yang makan cuanki secara lesehan. Satu persatu, pembeli menghampiri dan menghentikan kendaraannya.

Sang penjual cuanki pun langsung memenuhi pesanan pembeli. Mi instan dimasukkan ke dalam panci, bakso, siomay kering dan tahu basah pun langsung disatukan ke mangkuk.


Tidak lupa diberi taburan daun seledri dan daun bawang agar lebih lezat, selain itu ada juga cabai bagi pembeli yang ingin menyantap cuanki dengan rasa pedas. Satu porsi cuanki lengkap dengan mi instan dibanderol Rp 15 ribu.

Usai menyantap cuanki, pembeli juga bisa nongkrong atau bersenda gurau di tikar yang sudah disediakan, namun karena notabene pembeli cuanki ini adalah pegawai yang baru pulang kerja sif sore hingga malam, mereka biasanya tak berlama-lama di sana.

Cuanki di Jalan Diponegoro, Kota BandungCuanki di Jalan Diponegoro, Kota Bandung Foto: Wisma Putra/detikJabar

detikJabar berkesempatan berbincang dengan salah satu penjual cuanki asal Cipanas Cianjur, Asep (29). Kepada detikJabar Asep mengaku berjualan cuanki di lokasi tersebut tidak lebih dari tiga bulan yang lalu.

Menurutnya, penjual cuanki di Jalan tersebut keluar di malam hari dan pulang menjelang subuh. "Sampe jam 3 subuh, kalau buka jam 7 malam," kata Asep kepada detikJabar, Senin (9/8) malam.

Asep menyebut, jika seluruh barang dagangannya habis dalam satu malam ia dapat mengantongi uang Rp 600 ribu dan mendapatkan untung Rp 200 ribu.

Menurutnya, lokasi tersebut dipilih para penjual cuanki karena cukup ramai dicintai para pengendara. "Ada 50 orang dari ujung Gedung Sate sampai Jalan Supratman. Tempat ini dipilih karena paling ramai, kalau tempat lain agak kurang," ungkap Asep.

Cuanki di Jalan Diponegoro, Kota BandungCuanki di Jalan Diponegoro, Kota Bandung Foto: Wisma Putra/detikJabar

Asep menyebut, waktu weekend seperti malam Sabtu dan Minggu, lapak cuanki di jalan tersebut kerap ramai karena banyak yang nongkrong dan ia pun kerap pulang lebih cepat.

Menurunnya, para pembeli datang dengan sendirinya, sebelumnya jalan tersebut tak seramai seperti saat ini. "Semenjak ada penjual cuanki jalan ini menjadi ramai," ujarnya.

Salah satu pembeli, Muslim mengatakan, ia kerap mampir ke lapak cuanki di jalan tersebut jika pulang kerja malam. "Kalau pulang malam, suka lapar, jadi mending makan cuanki dulu di sini," ujar Muslim kepada detikJabar.

Muslim menyebut, selain rasanya enak, harga cuanki di jalan ini terjangkau. "Murah lah Rp 15 satu porsi gini, malah buat kenyang, jadi pulang ke rumah enggak usah makan lagi dan bisa langsung istirahat," katanya.

(wip/yum)