Cara Membuang Bangkai Tikus di Rumah agar Tidak Berisiko bagi Kesehatan

Tim detikProperti - detikJabar
Rabu, 21 Okt 2026 05:30 WIB
Ilustrasi tikus (Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska)
Bandung -

Menemukan bangkai tikus di rumah bisa membuat penghuni ingin segera membersihkannya. Namun, proses membuang hewan pengerat yang sudah mati ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena berpotensi menimbulkan paparan kuman penyebab penyakit.

Tikus dapat meninggalkan urine, kotoran, air liur, dan material lain yang terkontaminasi di lingkungan tempat tinggal. Karena itu, risiko kesehatan tidak hanya berkaitan dengan bangkai, tetapi juga dengan area di sekitarnya yang mungkin menjadi tempat tikus bersarang.

Penggunaan sarung tangan saja belum cukup jika proses pembersihan dilakukan dengan cara yang keliru. Menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering, misalnya, dapat membuat partikel yang terkontaminasi beterbangan ke udara.

Dilansir detikProperti, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) memberikan panduan untuk menangani bangkai tikus dan membersihkan area yang terkontaminasi. Langkah-langkah ini dapat menjadi acuan saat menemukan bangkai tikus di rumah.

1. Pakai Sarung Tangan Sebelum Menyentuh Bangkai Tikus

Langkah pertama adalah menggunakan sarung tangan karet atau plastik sekali pakai sebelum menangani bangkai tikus. Hindari menyentuh bangkai secara langsung, termasuk bagian tubuh dan material yang berada di sekitarnya.

Periksa pula apakah terdapat kotoran atau tanda-tanda keberadaan tikus lain di lokasi tersebut. Jika terlihat kutu atau parasit, hindari kontak langsung dan jangan memegangnya dengan tangan telanjang.

Penggunaan sarung tangan bertujuan mengurangi kontak kulit dengan material yang berpotensi terkontaminasi. Meski demikian, perlindungan ini tetap harus disertai prosedur pembersihan yang benar.

2. Basahi Bangkai dan Area Sekitarnya dengan Disinfektan

Sebelum bangkai dipindahkan, semprotkan disinfektan hingga membasahi bangkai, perangkap, sarang, serta area yang terkontaminasi. Biarkan selama waktu kontak yang tercantum pada label produk agar disinfektan bekerja sesuai petunjuk.

Jangan langsung menyapu atau menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan kotoran tikus yang masih kering. Cara tersebut berisiko membuat partikel terkontaminasi menyebar ke udara.

Gunakan disinfektan sesuai petunjuk pemakaian. Jangan mencampurkan produk pembersih, khususnya pemutih dengan amonia atau bahan yang mengandung asam, karena campuran tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya.

3. Bungkus Bangkai dengan Dua Kantong Plastik

Setelah bangkai dan material terkait didisinfeksi sesuai petunjuk, masukkan bangkai tikus ke dalam kantong plastik. Jika terdapat sarang atau perangkap sekali pakai, benda tersebut juga dapat dimasukkan setelah penanganan yang sesuai.

Tutup kantong pertama dengan rapat agar isinya tidak keluar. Berikutnya, masukkan kantong tersebut ke dalam kantong plastik kedua dan ikat kembali.

Penggunaan dua lapis kantong membantu mengurangi risiko kebocoran dan kontak langsung dengan bangkai selama proses pembuangan.

Jika bangkai ditemukan di perangkap yang masih akan digunakan kembali, bersihkan dan disinfeksi perangkap sesuai petunjuk produk. Sarung tangan tetap perlu digunakan selama proses tersebut.

4. Buang ke Tempat Sampah yang Tertutup

Kantong berisi bangkai tikus dapat dibuang ke tempat sampah yang memiliki penutup, dengan mengikuti ketentuan pengelolaan sampah di wilayah setempat.

Pastikan kantong tertutup rapat sebelum dipindahkan. Hindari meletakkannya di tempat terbuka yang mudah dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan.

Apabila menemukan banyak bangkai tikus, terutama di ruang tertutup atau area yang luas, jangan terburu-buru membersihkannya sendiri. Hubungi petugas pengendalian hama atau instansi kesehatan setempat untuk memperoleh arahan penanganan yang sesuai.

5. Lepaskan Sarung Tangan, Lalu Cuci Tangan

Setelah bangkai dibuang, lepaskan sarung tangan dengan hati-hati agar bagian luarnya tidak menyentuh kulit. Sarung tangan sekali pakai kemudian dibuang ke tempat sampah.

Langkah berikutnya adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Bersihkan seluruh bagian tangan, termasuk sela-sela jari dan area di sekitar kuku.

Jangan menganggap tangan tetap bersih hanya karena selama proses pembuangan sudah memakai sarung tangan. Kontaminasi masih mungkin terjadi ketika sarung tangan dilepas atau saat menangani benda-benda di sekitar lokasi.

Jangan Abaikan Area Bekas Tikus Bersarang

Membuang bangkai bukan satu-satunya hal yang perlu dilakukan. Area tempat tikus ditemukan juga perlu diperiksa dan dibersihkan, termasuk lokasi yang terdapat kotoran, urine, atau bekas sarang.

Gunakan disinfektan sesuai petunjuk dan hindari menyapu kotoran dalam kondisi kering. Jika infestasi tikus cukup parah, penanganan sebaiknya dilakukan dengan bantuan tenaga profesional.

Untuk mencegah tikus kembali masuk, tutup celah pada dinding, pintu, atau saluran yang berpotensi menjadi akses masuk. Simpan makanan dalam wadah tertutup dan pastikan tempat sampah tidak menjadi sumber makanan bagi hewan pengerat tersebut.

Dengan penanganan yang tepat, risiko kontak dengan material terkontaminasi dapat dikurangi. Jadi, saat menemukan bangkai tikus di rumah, utamakan keselamatan dan kebersihan, bukan sekadar membuat bangkai tersebut segera hilang dari pandangan.


Artikel ini telah tayang di detikProperti.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork