Kehadiran kelelawar yang beterbangan di sekitar rumah saat malam hari terkadang membuat penghuni merasa khawatir. Apalagi jika hewan tersebut mulai terlihat masuk ke bagian atap atau bersembunyi di loteng. Kondisi ini bisa menjadi tanda ada bagian rumah yang cocok dijadikan tempat berlindung.
Kelelawar merupakan hewan nokturnal yang aktif mencari makan pada malam hari. Serangga, buah-buahan, hingga sumber air di sekitar hunian dapat menarik kedatangannya. Celah bangunan yang hangat dan terlindung juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat.
Meski tidak semua kelelawar berbahaya, kontak langsung dengan hewan ini maupun kotorannya sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Lantas, apa saja yang membuat kelelawar tertarik mendatangi rumah?
Dilansir detikProperti yang mengutip dari The Spruce, ada sejumlah kondisi yang dapat mengundang kelelawar dan beberapa langkah untuk mengurangi kemungkinan hewan tersebut masuk ke dalam rumah.
Hal-Hal di Rumah yang Bisa Menarik Kelelawar
Salah satu faktor utamanya adalah ketersediaan makanan. Pohon buah yang sedang berbuah dapat menjadi sumber makanan bagi kelelawar pemakan buah. Sementara itu, keberadaan serangga di sekitar rumah juga bisa menarik kelelawar yang memangsa serangga.
Sumber air seperti kolam, air mancur, dan kolam renang turut berpotensi didatangi kelelawar untuk minum. Jika lingkungan rumah menyediakan makanan sekaligus air, area tersebut bisa menjadi tempat yang menarik bagi hewan ini untuk mencari kebutuhan hariannya.
Selain makanan dan air, kelelawar membutuhkan tempat berlindung yang aman. Celah pada atap, fasad, jendela, atau bagian bangunan lainnya dapat menjadi jalan masuk menuju ruang yang terlindung. Udara hangat yang keluar dari celah tertentu juga dapat membantu kelelawar menemukan tempat persembunyian.
Cara Mengurangi Risiko Kelelawar Bersarang
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa kondisi bangunan. Perhatikan celah pada atap, ventilasi, fasad, dan bagian lain yang memungkinkan kelelawar masuk. Tutup akses tersebut menggunakan material yang sesuai agar tidak menjadi jalan masuk maupun tempat bersarang.
Penghuni rumah yang memiliki pohon buah juga bisa mengantisipasi buah matang yang menarik perhatian kelelawar. Buah dapat dibungkus jika memungkinkan, sedangkan sampah dan sisa makanan perlu dikelola dengan baik. Menjaga lingkungan tetap bersih juga membantu mengurangi serangga yang berpotensi menjadi sumber makanan kelelawar.
Penerangan di area kebun atau bagian tertentu di sekitar rumah dapat dipertimbangkan untuk mengurangi aktivitas kelelawar di lokasi yang tidak diinginkan. Namun, cara ini tidak selalu efektif dan perlu memperhatikan kenyamanan penghuni serta lingkungan sekitar.
Jika kelelawar sudah bersarang di atap atau loteng, terlebih jika jumlahnya banyak, penanganan sebaiknya diserahkan kepada tenaga profesional yang berpengalaman menangani satwa tersebut. Hindari menyentuh kelelawar secara langsung atau membersihkan kotorannya tanpa perlindungan yang tepat.
Pada akhirnya, mencegah kelelawar masuk bukan sekadar mengusirnya ketika terlihat beterbangan. Memastikan rumah tidak memiliki akses masuk terbuka dan mengurangi hal-hal yang menarik kedatangannya merupakan langkah penting agar hunian tidak menjadi tempat bersarang.
Artikel ini telah tayang di detikProperti.
(iqk/iqk)